Antisipasi Banjir, Dinsos Tambah Logistik
Kamis, 18 Desember 2014 | 18:04
"Jadi yang kita stok bukan hanya logistik saat bencana, tapi juga untuk pasca bencana, seperti alat bersih-bersih," papar Tabrani.
"Jadi yang kita stok bukan hanya logistik saat bencana, tapi juga untuk pasca bencana, seperti alat bersih-bersih," papar Tabrani.
“Kita sudah menolak, tapi tetap dibangun juga. U-turn ini banyak yang dilanggar mulai dari perda, undang-undang hingga peraturan pemerintah. Jadi harus dihentikan,” pungkasnya.
RECOMENDED“Kita akan buat rekomendasi ke Dishub dan DKP untuk mentutup U-turn ini. Selain itu juga kita minta agar pengerjaan U-turn dihentikan sementara,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang Apanudin, Kamis (18/12).
Menjelang akhir tahun 2014, Dinas Pemadam (Damkar) Kebakaran Kota Tangerang mulai mewaspadai banjir yang dipastikan akan melanda sejumlah titik di Kota Tangerang.
"Nanti saja tanggal 7 Januari," kilah seorang kuasa hukum RS Mayapada yang enggan menyebutkan namanya.
"Saya capek, bolak balik ke polisi, ke sidang, mending kita sumpah aja dah," katanya usai menjalani sidang pidana di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Selasa (16/12).
"Sedangkan RDF mekanismenya, sampah akan dikeringkan lalu dipress dan nantinya diolah menjadi bahan bakar pengganti batu bara," ujarnya.
"Saya senang melihat bangunannya, keramahannya dan suasananya seperti di kota tua," ujar Christina beserta rombongan saat berkunjung ke Benteng Heritage serta Roemah Boeroeng di Kawasan Pasar Lama, Senin malam (15/12).
Nenek Fatimah, 90, warga Jalan KH Hasyim Asari, RT 02/01 No. 11, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang kembali duduk dikursi pesakitan, Selasa (16/12).
"Meski hakim bilang masih ada jeda waktu untuk membatalkan niatnya melakukan pembunuhan, tapi bukan itu faktanya, tapi suasana kebatinanan-nya yang merasa terhina dan terpojok dengan ucapan Herawati," paparnya.
"Sini luh! udah bantai keluarga gua luh. Gua udah tunggu di luar nih," kata kasar saat Gugum dikawal masuk ke dalam mobol tahanan.
"Iya saya menerima," katanya sambil mengangguk kepada ketua majelis hakim.
"Dengan demikian, menjatuhkan hukuman pidana mati kepada terdakwa Gugum," ujarnya
“Karena TPA kita kan masih sanitary landfill, dulu kan rencananya bank dunia yang mau bantu kita, kita konfirmasi ke Bappenas belum ada perkembangan, mereka rencana mau ambil alih itu,” terangnya.
Zaki dalam kesempatannya menyampaikan bahwa kali-kali yang melintasi di wilayah Kabupaten Tangerang sudah harus di benahi. "Sudah banyak sedimen-sedimen tanahnya", ujar Zaki.
"Bahkan aliran kiri (komunisme) yang cenderung otoriter ini kini melahirkan neokomunis yang dianggap paham demokrasi," ujarnya.