Connect With Us

Ini Pantauan Banjir BPBD Kota Tangerang

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 9 Februari 2015 | 12:59

Irman Puja Hendra (Istimewa / TangerangNews)

 
 
TANGERANG-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang telah memantau sejumlah titik banjir di Kota Tangerang.   Penyebab banjir diketahui karena hujan yang tak berhenti sejak Minggu (8/2) hingga Senin (9/2) siang.
 
Hasilnya, menurut Kepala BPBD Kota Tangerang Irman Pujahendra,  wilayah Ciledug  dan Kali Angke masih aman. Sedangkan banjir paling parah menurut dia berada di bawah Flyover Taman Cibodas, di Kecamatan Cibodas.
 
Selain itu  Total Persada di RW 8 terdapat genangan air mencapai 40 centimeter. “Kali Leduk meluap. Ini sampai jam 12, kondisi terakhir kita terus update. Tak ada tanggul yang bocor. Pondok Bahar juga aman,” ujarnya seraya menambahkan Jalan Villa Regency juga terjadi genangan 10-30 centimeter.
 
AYO! TANGERANG CERDAS
Jalur Mutasi SPMB SMP Kota Tangerang Dibuka Besok

Jalur Mutasi SPMB SMP Kota Tangerang Dibuka Besok

Senin, 29 Juni 2026 | 19:00

Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 masih berlangsung.

OPINI
Cara Islam Mengatasi Kenaikan Harga BBM

Cara Islam Mengatasi Kenaikan Harga BBM

Rabu, 17 Juni 2026 | 16:23

Demo yang digelar Mahasiswa beberapa waktu lalu, terkait protes kenaikan harga BBM menunjukan jika kenaikan harga BBM menjadi masalah besar di negeri ini, membuat kehidupan masyarakat bertambah sulit.

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill