Connect With Us

Teater Jadi Mata Kuliah Wajib di UMT

| Minggu, 23 Juni 2013 | 18:46

Pementasan Teater di UMT. (tangerangnews / dens)

TANGERANG-Pementasan teater menjadi  mata kuliah wajib Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Cikokol, Kota Tangerang.  

UMT mengklaim, mata kuliah tersebut hanya ada di kampusnya dan saat ini telah menjadi syarat ujian akhir semenster (UAS).

Wakil Dekan II Bagian Kemahasiswaan Asep Suhendar mengatakan, di FKIP UMT mata kuliah pentas teater wajib disemua program studi.

“Kalau ditempat lain hanya program studi Bahasa Indonesia saja yang mewajibkan itu. Di sini Bahasa Inggris, Matematika, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) semua wajib,” terang Asep, Minggu (23/06).  

   Pementasan teater tersebut bernama Festival Drama Antarkelas   (FesDrak). FesDrak diikuti ratusan mahasiswa yang mengambil atau tengah mengikuti mata kuliah Kajian Drama dan Teater pada semester 2-6.

Pada FesDrak kali ini adalah yang kedua kalinya digelar, mereka terbagi dalam 26 kelompok (grup) teater. Pertunjukan dimulai pukul 10.00-14.00 WIB di Aula Lantai empat kampus tersebut.
 Adapun awal idea tersebut muncul, karena UMT telah mensurvei bahwa di sekolah, banyak yang melompati mata pelajaran drama. Indikatornya, karena sulit mengajarkan dan guru-nya tak pernah bermain teater.

“Terutama di PAUD dan Sekolah Dasar. Padahal dengan adanya pertunjukan drama, atau bermain peran. Anatomi tubuh menjadi satu, dan terpenting murid akan sudah terbiasa tidak akan canggung dan percaya diri. Buat gurunya agar tidak kaku,” terangnya.
    
Kemudian Dekan UMT Enawar merintisnya, hingga membuat wajib mata kuliah tersebut dan langsung membuat laboratorium  teater dilengkapi dengan property termasuk lampu cahaya.
“Awalnya ada penolakan dari mahasiswa yang mengambil studi Matematika dan Bahasa Inggris, mereka menganggap tidak ada korelasinya. Tetapi setelah kita jelaskan, penataan lampu termasuk ada rumusan-nya, mereka pun malah tertarik saat ini,” tuturnya.
 
Lalu bagaimana menilainya, menurut Asep penilaian dibagi beberapa kategori meski mereka bekerja secara kelompok.  Seperti, pemeran utama, piguran, sutradara, penata cahaya dan termasuk penilaian terhadap grup.   

“Kita juga bahkan mengajarkan agar seni itu dihargai mereka juga menjual tiket untuk pementasan mereka, uangnya tak mungkin bisa kembalikan ongkos produksi, tetapi seni harus dihargai,” katanya.
 
Ucha M. Sarna salah satu dosen dalam mata kuliah teater mengatakan, manfaat dari bertearter telah dirasakan oleh mahasiswa/mahasiswi di FKIP. Sebab, bermain teater bagi guru dan calon guru sangat penting. Pasalnya, teater bisa dijadikan sarana untuk menciptakan proses belajar mengajar yang nyaman, menyenangkan dan inovatif.  

Seperti salah satu yang paling sering diucapkan para mahasiswanya adalah mereka kini sudah saling kenal. “Mereka tidak cuek dengan temannya, dan saat ini mulai ditempa. Karena dalam teater pasti ada sorakan, ada berbagai macam godaan, kini mereka pun mulai percaya diri. Sehingga memiliki keterampilan untuk meningkatkan tehnik mengajar,” tutupnya. (DRA)

BISNIS
1.464 Bisnis Baru Menjamur di Gading Serpong, Summarecon Serpong Ambil Peluang Lewat City Gate

1.464 Bisnis Baru Menjamur di Gading Serpong, Summarecon Serpong Ambil Peluang Lewat City Gate

Senin, 15 Juni 2026 | 19:15

Pertumbuhan investasi di Kabupaten Tangerang ikut mendorong perubahan wajah Gading Serpong dari kawasan hunian menjadi salah satu koridor komersial baru di barat Jakarta.

AYO! TANGERANG CERDAS
PIN SPMB Kota Tangerang Belum Masuk WhatsApp? Orang Tua Diminta Cek Data Pendaftaran 

PIN SPMB Kota Tangerang Belum Masuk WhatsApp? Orang Tua Diminta Cek Data Pendaftaran 

Jumat, 5 Juni 2026 | 13:45

Sejumlah orang tua dan calon peserta didik di Kota Tangerang masih mengeluhkan PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang belum diterima melalui WhatsApp.

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

TEKNO
Pelanggan Telkomsel di Jabotabek-Jabar Bisa Nobar Piala Dunia Cuma Modal Paket Rp25 Ribu

Pelanggan Telkomsel di Jabotabek-Jabar Bisa Nobar Piala Dunia Cuma Modal Paket Rp25 Ribu

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05

Menyambut momentum Piala Dunia 2026, Telkomsel bersama TVRI menghadirkan ‘Bola Gembira MAXStream TV’ sebagai solusi agar masyarakat Indonesia di berbagai wilayah, tetap dapat menikmati setiap pertandingan secara lebih fleksibel.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill