Connect With Us

Lagi Rapat Pemecatan Wahidin Halim, Haji Cepy Tewas

Dira Derby | Kamis, 29 Agustus 2013 | 12:35

Pemakaman Haji Cepy (Ardi Rusli / TangerangNews)

TANGERANG-Pasca dipecatnya Wahidin Halim dari kursi Ketua DPD Partai Demokrat Banten, Dewan Pengurus Cabang (DPC) Kota Tangerang membahas pemecatan tersebut di kantor DPC Demokrat Kota Tangerang, Jalan Benteng Betawai, Cipondoh, Kota Tangerang.

Namun, perdebatan sengit terjadi dalam rapat yang digelar Rabu (28/08) sekitar pukul 21.30 WIB itu. Pembahasan berujung pada kematian salah seorang pengurus partai berlambang mercy tersebut, yakni H  Dedi Madsudi alias Cepy.

Anggota majelis pertimbangan cabang  (MPC) Partai Demokrat Kota Tangerang itu diduga kesal, karena para kader  merayakan pemecatan Wahidin Halim secara berlebihan.

Menurut informasi yang didapat, begitu kader mengetahui Wahidin Halim secara resmi dipecat, pada kader bergembira seraya menurunkan seluruh baliho yang bergambar Wahidin Halim.

Rapat yang awalnya mengagendakan pemenangan calon wali kota dan wakil wali kota Tangerang Arief R Wismansyah-Sachrudin pada Pilkada Kota Tangerang pun seakan berubah.

Para perwakilan pengurus anak cabang (PAC) bersorak sorai kesenangan karena Wahidin akhirnya benar-benar dipecat.  Hal itu tidak dengan Cepy.

Dirinya memang dikenal dekat dengan Wahidin Halim. Cepy hanya terdiam, kemudian sesekali emosi melihat peragai para kader yang kegirangan.

Menyusul kemudian, dirinya kejang-kejang dan langsung dibawa ke RS Mayapada, Modernland , Cikokol, Kota Tangerang. Namun, nyawa Cepy sudah tidak bisa diselematkan saat diperjalan sudah menghilang.

Kronologis itu dibantah Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Banten Herry Rumawatine yang mengaku berada di lokasi malam itu.

Menurutnya, H Cepy juga ikut dalam euforia malam itu. "Semua yang hadir malam itu emosi kegembiraannya terlalu berlebih. Adapun yang tidak, mereka yang tidak hadir.

Dia (Cepy) sempat bilang ke teman-teman pengurus, saya bukan orang Wahidin Halim, saya orang SBY.  Jadi agenda malam itu memang  sehabis membahas pemenangan Arief-Sachrudin, kita bahas soal pemecatan Wahidin Halim," terang Herry.

Setelah itu, barulah Cepy menurut Herry mendapat serangan jantung. "Kita langsung bawa ke RS, tetapi sudah tak tertolong," terangnya. Herry menyayangkan juga sikap Baehaki Plt Ketua DPC Partai Demokrat Kota Tangerang yang juga keponakan Wahidin Halim tidak hadir dalam rapat tersebut.

"Saya kecewa dia (Baehaki) tidak hadir, kalau hadir dia tahu kegembiraan para kader begitu tahu kabar Wahidin Halim dipecat. Bahkan ada yang siap potong sapi," ujar Herry.    
 
Menurut Herry, Kota Tangerang kehilangan salah satu tokoh masyarakat yang juga seorang pengusaha. Herry juga menurutkan, semasa hidupnya almarhum dikenbal sebagai seorang yang militan dalam menjalankan apapun tugasnya.

"Almarhum kalau berjuang selalu allout, kita tahu dia sakit tapi dia lupakan. Kita selalu mengingatkannya. Demokrat kehilangan beliau yang mau berkorban untuk partai," kata Herry .

Sementara Ahmad Subadri yang juga mantan Ketua DPC Demokrat Kabupaten Tangerang saat dtemui di masjid Baabul Akhiroh, Pasar Baru mengatakan, sangat kehilangan Cepy.

Sebab almarhum sangat dekat dengan dirinya. "Sosok yang dinamis dan dekat dengan semua kalangan, saya sangat kehilangan almarhum yang sudah seperti saudara saya sendiri," tuturnya.
NASIONAL
Ini Bacaan Doa Mustajab di Malam 27 Rajab Isra Mi'raj 

Ini Bacaan Doa Mustajab di Malam 27 Rajab Isra Mi'raj 

Jumat, 16 Januari 2026 | 12:36

Di antara amalan yang dianjurkan pada bukan Rajab, khususnya bertepatan dengan peringatan Isra Mi’raj, adalah memperbanyak doa dan munajat kepada Allah SWT.

BANDARA
Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Jumat, 16 Januari 2026 | 22:13

Komisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.

OPINI
Nasib Palestina, Derita Tak Kunjung Berakhir

Nasib Palestina, Derita Tak Kunjung Berakhir

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:37

‎Kematian di Gaza tak hanya datang dari peluru dan bom. Seorang pria dan seorang anak meregang nyawa akibat runtuhnya bangunan karena cuaca ekstrem. Hingga kini, total 19 korban tewas akibat tertimbun puing telah dibawa ke rumah sakit.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill