Connect With Us

Kerap Bakar Limbah Sampah, Warga Gerebek TPS Ilegal di Sindang Jaya Tangerang

Muhamad Yusri Hidayat | Selasa, 2 Juni 2026 | 19:46

Aktifitas pembakaran sampah di TPS ilegal Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

TANGERANGNEWS.com-Khawatir akan dampak polusi udara yang kian memburuk, warga menggerebek sebuah tempat penampungan sampah (TPS) ilegal di Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang pada Minggu, 31 Mei 2026 dini hari.

Aksi protes ini dipicu oleh kepulan asap tebal akibat aktivitas pembakaran sampah berskala besar di lokasi tersebut.

Penggerudukan ini bermula dari keresahan warga di tiga wilayah yakni Pasar Kemis, Sindang Jaya, dan Rajeg yang mendadak dilanda kabut asap pekat.

Guna mencari sumber polusi, warga berinisiatif membentuk Satuan Tugas (Satgas) Mandiri.

"Saat itu memang ada laporan masuk dari warga bahwa Pasar Kemis, Sindang Jaya, Rajeg, dilanda kabut/asap. Akhirnya, tim kami menerbangkan drone dan ternyata ada pembakaran secara besar-besaran di daerah Sindang Jaya," ujar Koordinator Satgas Mandiri, Rizki Romdoni, Selasa, 2 Juni 2026.

Melalui pemantauan udara dan pemeriksaan langsung di lapangan, Satgas Mandiri menemukan limbah jenis logam aluminium foil yang tengah dibakar secara ilegal di atas lahan seluas kurang lebih 3.000 meter persegi.

Tidak hanya aktivitas pembakaran, warga juga mendapati beberapa unit truk yang tengah beroperasi mengangkut limbah ke lokasi tersebut.

Limbah-limbah tersebut diduga kuat sengaja didatangkan dari luar wilayah Kabupaten Tangerang.

Merasa dirugikan oleh aktivitas yang merusak lingkungan ini, pihak warga langsung melayangkan laporan resmi ke kepolisian terkait dugaan tindak pidana pengelolaan limbah ilegal.

"Akhirnya, dari penemuan kita untuk meminta kepada Polsek Pasar Kemis dilakukan penyelidikan. Dan kita pun buatkan laporan polisi (LP) sebagai lanjutannya," ucap Rizki.

 

DLHK Kabupaten Tangerang Bakal Sanksi Tegas

Merespons temuan dan laporan warga, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, menegaskan bahwa pihaknya akan segera menyelidiki aktivitas pembakaran limbah skala besar tersebut.

"Kita berencana menurunkan tim teknis ke lapangan dalam waktu dekat dan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk menghentikan operasional lapak," katanya.

Ujat juga memastikan akan menjatuhkan sanksi berat bagi para pelaku pembakaran limbah ilegal yang telah merugikan masyarakat dan merusak kualitas udara.

"Kita kenakan sanksi, misalkan penutupan lapak sampai pencabutan izin. Tetapi kalau kayak gitu udah pasti tidak berizin," tegas Ujat.

OPINI
Memahami Dinamika Interaksi di Era Digital pada Zaman Sekarang

Memahami Dinamika Interaksi di Era Digital pada Zaman Sekarang

Kamis, 4 Juni 2026 | 21:36

Di era digital pada saat ini bagian yang tidak terpisahkan atau tidak bisa kita tinggalkan di kehidupan kita sebagai manusia adalah komunikasi yang di mana komunikasi itu bisa membuat atau menyampaikan berbagai informasi dengan cepat.

KOTA TANGERANG
Ketua Koni Kota Tangerang Optimis Pertahankan Juara Umum Popda Banten

Ketua Koni Kota Tangerang Optimis Pertahankan Juara Umum Popda Banten

Senin, 8 Juni 2026 | 14:17

Ketua KONI Kota Tangerang H Dirman bersama Wali Kota Tangerang melepas Kontingen Kota Tangerang yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Banten 2026. Pelepasan kontingen berlangsung di Plaza Puspem, Sabtu 6 Juni 2026 .

NASIONAL
Polisi Sasar 13 Pelanggaran di Operasi Patuh Jaya 2026, Berlakukan Tilang Manual

Polisi Sasar 13 Pelanggaran di Operasi Patuh Jaya 2026, Berlakukan Tilang Manual

Senin, 8 Juni 2026 | 05:09

Polda Metro Jaya akan menggelar Operasi Patuh Jaya 2026 selama 14 hari mulai 8 hingga 21 Juni 2026 dengan fokus meningkatkan kepatuhan masyarakat sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

BISNIS
Dampak Rupiah Melemah, Industri Minuman Kemasan Tertekan Biaya Produksi dan Daya Beli

Dampak Rupiah Melemah, Industri Minuman Kemasan Tertekan Biaya Produksi dan Daya Beli

Jumat, 5 Juni 2026 | 23:57

Industri makanan dan minuman nasional, khususnya sektor minuman kemasan, terus menunjukkan resiliensinya sebagai salah satu tulang punggung manufaktur di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill