Connect With Us

RSUD Kota Tangerang Belum Siap Layani BPJS

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 20 Februari 2014 | 19:47

Tempat pendaftaran pasien rawat jalan RSUD Kota Tangerang ( / Rangga)

TANGERANG-Meski telah dibuka, RSUD Kota Tangerang belum bisa melayani pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kota Tangerang, baik untuk peserta umum maupun peserta peralihan dari Askes dan Jamsostek.

“Ya kita belum bisa buka layanan kesehatan gratis untuk peserta BPJS. Karena kelas RSUD Kota Tangerang belum teregister di Kementerian Kesehatan. Sebelum ada penetapan kelas, kita belum bisa kerjasama dengan BPJS,” kata Dirut RSUD Kota Tangerang dr Ati Pramudjiwati, Kamis (20/2).

Menurut Ati, kelas RSUD Kota Tangerang sendiri didaftarkan sebagai tipe C. Namun, dari segi fasilitas dan layanan, telah memenuhi kriteria tipe B.

“Awalnya dari perencanaan, struktur oganisasi dan managemen, kita mengajukan usulan tipe C. Tapi fasilitasnya sudah tipe B, jadi bisa dinaikkan gradenya. Tapi untuk awal-awal kita tipe C dulu,” katanya.

Ati magatakan, jika kelas sudah ditetapkan oleh Kemenkes, pihaknya akan langsung membuka layanan untuk peserta BPJS.

“Untuk sementara pelayanan gratis baru tersedia bagi warga Kota Tangerang yang telah dicover program multiguna oleh Pemkot Tangerang. Untuk warga luar Kota Tangerang tetap bayar sebagai pasien umum,” ujarnya.

Seperti diketahui, RSUD Kota Tangerang akhirnya resmi dibuka Selasa (18/2) setelah sempat tertunda lama. Namun, pelayanan yang dibuka baru rawat jalan.

 Belum dibukanya pelayanan RSUD secara keseluruhan karena masih ada hal teknis yang perlu disempurnakan.  Salah satunya adalah masalah obat-obatan yang sampai saat ini belum selesai dilelang.

Ati menyebutkan, untuk pelayanan rawat jalan ada 17 poli spesialis diantaranya spesialis gigi, penyakit dalam, paru-paru, jantung, jiwa, syaraf, THT, bedah, mata, anak, kulit kelamin, kandungan dan rehab medik fisio terapi. Untuk layanan tesebut disediakan 40 orang spesialis dan 35 dokter umum.
MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TANGSEL
BRIN Serpong Bikin Sepatu Karet Seharga Rp75 Ribuan untuk Siswa Sekolah Rakyat

BRIN Serpong Bikin Sepatu Karet Seharga Rp75 Ribuan untuk Siswa Sekolah Rakyat

Jumat, 7 Agustus 2026 | 07:00

Tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) BRIN di Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), merancang sepatu berbahan dasar karet yang memiliki bobot ringan, nyaman digunakan, serta ramah di kantong.

OPINI
Cara Islam Memberantas Korupsi

Cara Islam Memberantas Korupsi

Senin, 27 Juli 2026 | 20:32

Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill