Connect With Us

Petugas Kebersihan Tangerang Belum dapat Gaji

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 18 Maret 2014 | 18:02

Sopir Truk Sampah di Kota Tangerang Demo (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)


TANGERANG-Sebanyak 1.740 petugas kebersihan dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Tangerang belum mendapatkan gaji. Total gaji yang belum didapat sekitar Rp1,3 miliar.  Itu adalah hasil perhitungan   gaji petugas yang berstatus pekerja harian lepas yang tidak dibayarkan terhitung tanggal 1-5 Januari 2014.

 Kepala DKP Kota Tangerang Ivan Yudianto mengatakan, tidak dibayarnya gaji pegawai selama lima hari karena anggarannya tidak bisa turun. Pasalnya, ketika itu APBD Kota Tangerang 2014 terlambat disahkan oleh Gubernur Banten.

 “Pengesahan APBD kan normalnya November, jadi awal Januari kegiatan bisa dijalankan. Tapi gara-gara telat pengesahan berimbas ke semua.  Sehingga tanggal 1-5 tidak bisa dibayar, sehingga hanya tanggal 6-31 Januari saja,” ujarnya, Selasa (18/3).

 Ivan menambahkan, gaji tersebut masih tertahan di Dinas Pendapatan, Kekayaan, dan Aset Daerah (DPKAD). Saat ini pihaknya tengah mengupayakan agar gaji tersebut bisa turun.

“Mereka kan kerja keras, ini sedang kita perjuangkan ke DPKAD supaya mereka bisa menerima gaji tersebut,” katanya.

 Ivan membantah tudingan jika pihaknya memotong gaji para petugas kebersihan. DKP malah melindungi gaji para pegawai dengan membuatkan mereka rekening bank.

“Justru supaya gaji mereka aman, kita buatkan rekening di Bank BJB, biar langsung transfer ke rekening mereka. Cuma memang ada potongan dari Bank 150 ribu untuk saldo,” paparnya.
 
Sementara Sekretaris DKP Kota Tangerang Harianto mengatakan, jumlah pegawai harian lepas yang tidak menerima gaji selama lima hari ada sebanyak 1.740 orang, yang terdiri dari petugas kebersihan dan petugas retribusi. “Besar gajinya Rp 75 ribu per hari,” katanya.
 
Menurut Harianto, keterlambatan pengesahan anggaran itu diluar prediksi. Pihaknya pun telah menginformasikan hal tersebut kepada para pegawai agar mereka memahami kondisi yang ada. “Ini terkait aturan juga, kita bisa apa,” tukasnya. 
OPINI
Tragedi Logika 'Editing Gratis' di Meja Hijau

Tragedi Logika 'Editing Gratis' di Meja Hijau

Kamis, 2 April 2026 | 20:42

Baru-baru ini, di sebuah ruang sidang di Kabupaten Karo, akal sehat kolektif kita baru saja dieksekusi tanpa ampun. Seorang Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan wajah serius—dan mungkin tanpa beban dosa—menggugat sebuah realitas ekonomi modern

TEKNO
Bisa Tanpa Rekening, Cara Tarik Tunai Saldo GoPay di ATM BRI 

Bisa Tanpa Rekening, Cara Tarik Tunai Saldo GoPay di ATM BRI 

Jumat, 3 April 2026 | 15:20

Masyarakat sudah bisa mencairkan saldo GoPay menjadi uang tunai melalui ATM Bank Rakyat Indonesia (BRI). Layanan ini hadir sebagai bagian dari kolaborasi BRI dengan ekosistem pembayaran digital untuk memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat.

KOTA TANGERANG
Curhat ke Polisi di Ngopi Kamtibmas, Warga Tangerang Resah dengan Pinjol dan Debt Collector

Curhat ke Polisi di Ngopi Kamtibmas, Warga Tangerang Resah dengan Pinjol dan Debt Collector

Jumat, 3 April 2026 | 21:34

Suasana Balai Warga RW 03 Kelurahan Pondok Bahar, Karang Tengah, seketika berubah menjadi ruang diskusi hangat pada Kamis 2 April 2026 sore.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill