Connect With Us

Pemkot Tangerang Mulai Operasikan CGC Sapu Jagat

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 14 Mei 2014 | 19:23

Bang Centeral Sampah ( / Rangga)

TANGERANG-Pemerintah Kota Tangerang bekerjasama dengan Lembaga Riset Muda Indonesia, mulai mengoperasikan inovasi teknologi pengolahan sampah CGC Sapu Jagat.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, CGC Sapu Jagat merupakan teknologi ramah lingkungan yang dapat menghasilkan energi serta pengolahan sampah secara zero waste.

"Pemkot Tangerang menyediakan alat ini untuk kemudian dilakukan riset oleh LRMI di TPA Rawa Kucing," katanya, Rabu (14/5).
 Dia mengatakan, CGC Sapu Jagat memiliki kemampuan mereduksi sampah dengan kapasitas minimal 30 ton sampai 100 ton sampah sehari untuk setiap unitnya.  

Kemudian, CGC Sapu Jagat mampu tidak mengeluarkan polusi asap, suara dan bau maupun kerusakan air dan tanah saat beroperasi.
 
Lalu dengan penambahan alat konversi tertentu, alat ini mampu mendaur ulang sampah menjadi energi terbarukan berupa listrik sampai dengan 100 KWH hingga 1 MWH disetiap titiknya. "Bisa dikatakan, alat ini memiliki kemampuan yang lebih dan ramah lingkungan karena tidak menimbulkan polusi," ujarnya.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Tangerang, Ivan Yulianto menambahkan, CGC merupakan teknologi pengolahan sampah berbasis teknologi elektro plasma yang efektif dan mampu menghancurkan sampah dalam waktu satu jam dengan suhu 1.000 hingga 8.000 celcius pada level delapan.
 
"Bahan bakarnya adalah sampah itu sendiri. Begitu pula saat Pre-Heating untuk awal pembakaran, hanya menggunakan sampah," ujarnya.
 
Kepala Bidang Bina Lingkungan Dinas Kebersihan Pertamanan, M. Taufik Syahzaeni, menambahkan, alat ini memiliki keunggulan yakni tidak menggunakan BBM untuk mengoperasikan, dapat dioperasikan di TPST, TPA, kawasan perumahan maupun pulau.
 
Lalu, tidak diperlukan pemilihan sampah sebelum dibakar karena dapat mengelola semua kondisi sampah, biaya operasional yang murah, aman dan jam operasional dapat menyesuaikan SDM yang ada.
 
Sangat ramah lingkungan karena bebas emisi berbahaya, dapat dikonversikan menjadi energi terbarukan dan memiliki hasil sampingan berupa insektisida dan abu.
 
Kedepannya, lanjut Taufik, alat ini akan diterapkan di setiap kecamatan untuk mengakomodir timbulan sampah yang saat ini mencapai 1.000 ton per hari. Sehingga, dibutuhkan 20 unit CGC dengan kapasitas 50 ton per harinya.     
 
"Penerapan CGC akan berjalan bersama dengan program 1.000 bank sampah. Sehingga, nantinya akan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap sampah," ujarnya.
 
 
TOKOH
Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:28

Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,

KAB. TANGERANG
Dianggap Mampu, Kemensos Nonaktifkan 95.000 PBI BPJS Kesehatan di Kabupaten Tangerang

Dianggap Mampu, Kemensos Nonaktifkan 95.000 PBI BPJS Kesehatan di Kabupaten Tangerang

Kamis, 12 Februari 2026 | 19:48

Kementerian Sosial menonaktifkan sebanyak 95.000 peserta BPJS Kesehatan program Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Kabupaten Tangerang.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill