Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals
Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15
Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
TANGERANG-Setelah membongkar pertokoan di Pasar Anyar, PT KAI mulai mengerjakan pengembangan Stasiun Tangerang. Tahap awal, PT KAI akan memperluas lahan parkir guna menambah daya tampung kendaraan. “Minggu ini mulai dikerjakan, sekarang sedang kita tata, nanti pagarnya diperbaiki dan kita aspal,” kata Eksekutif Vice President (EPV) Daop 1 Jakarta PT KAI Apriyono Wedi,kemarin.
Pembangunan sendiri dikerjakan oleh PT Reska Multi Usaha, anak perusahaan PT KAI. Menurut Apriyoni, perluasan lahan parkir dilakukan karena setiap stasiun komuter harus memiliki tempat parkir yang memadai.
“Sekarang penumpangnya kan sudah mulai banyak, jadi harus diperluas. Tapi jumlah kapasitas kendaraan yang bisa ditampung saya tidak hafal,” paparnya.
Selain lahan parkir, nantinya fisik bangunan Stasiun Tangerang juga akan dikembangkan. Hal itu karena adanya pembangunan Kereta Api rute Bandara Soekarno Hatta di Stasiun Batu Ceper.
“Fisik bangunan pasti akan diubah juga, KA Bandara pasti akanberpengaruh juga terhadap Stasiun Tangerang,” kata Apriyoni.
Terkait adanya gugatan perdata para pedagang ruko Pasar Anyar yang sudah mulai diproses di Pengadilan Negeri Tangerang , Apriyoni mengaku akan menghadapinya. “Tidak apa-apa, kita kan punya hak dan kewajiba, jadi kita hadapi saja,” pungkasnya.
Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
TODAY TAGPemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memastikan pelayanan publik berbasis digital tetap berjalan lancar. Pemkot juga menjamin seluruh data pribadi masyarakat berada dalam kondisi aman
PT PLN (Persero) kembali meraih penghargaan Satya JKN Awards 2026 sebagai badan usaha milik negara (BUMN) terbaik nasional.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews