Connect With Us

Dilaporkan kasus baru, Suami minta 'main'bertiga ditahan

Denny Bagus Irawan | Senin, 14 September 2015 | 18:43

Sidang KDRTdi PN Tangerang. (Dira Derby / TangerangNews)

 

TANGERANG-Masih ingat pasangan suami istri bos pemilik Spa di Tangerang, yakni  Edy Sulistio dan Lily ? Rupanya jalan panjang masih harus dilewati Edy. Sebelumnya, Lily melaporkan suaminya itu ke polisi lantaran melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan meminta ‘main’ dari dubur serta bertiga dengan anak buahnya Lily yang bekerja sebagai terapis.

Adapun perkara baru yang dilaporkan adalah dugaan pemalsuan tanda tangan, pemalsuan dokumen kendaraan bermotor, dan pemalsuan pembuatan surat kuasa mengambil alih usaha CV milik Lily.

 

Status Edy sendiri dalam kasus KDRT terhadap Lily adalah terdakwa di Pengadilan Negeri Tangerang. Kasus ini sudah sampai pada tahap mendengarkan keterangan saksi ahli, yaitu seorang dokter di Eka Hospital, yang memeriksa kondisi Lily pasca-mendapat perlakuan dari Edy selama menikah.

 

"E memalsukan tanda tangan L dalam surat pernyataan yang dia pakai di pengadilan saat membela diri. E juga memalsukan STNK mobil L tanpa sepengetahuan pemiliknya. Terakhir, E kami laporkan memalsukan surat kuasa yang isinya menyatakan penyerahan kepemilikan CV milik L ke E," kata kuasa hukum Lily, Mangirin Dapot Siahaan, Senin (14/9/2015).

 

Tiga perkara itu dilaporkan ke tempat yang berbeda. Untuk pemalsuan tanda tangan surat pernyataan dan surat kuasa, dilaporkan ke Polresta Tangerang, Tigaraksa. Sedangkan pemalsuan STNK mobil Lily dilaporkan ke Polsek Serpong.

 

Dia menjelaskan, dalam perkara pertama, Edy diduga memalsukan tanda tangan Lily dalam sebuah surat pernyataan yang berisi keterangan Lily mengaku telah selingkuh dan bersedia membagi harta kekayaan mereka dengan pembagian yang lebih menguntungkan Edy.

 

Sedangkan soal STNK, Edy dituduh membuat STNK baru atas nama Nurcahyo, teman Edy. Padahal, mobil tersebut merupakan mobil operasional untuk usaha Edy, masih milik Lily.

 

"STNK mobil itu awalnya dipegang Lily, BPKB-nya dipegang Edy. Pak Edy pinjam mobil itu, dan tidak balik-balik sampai tiga bulan. Tahu-tahu, mobil itu ketemu sama Lily dan di dashboard-nya ada STNK atas nama Nurcahyo," tutur Mangirin.

 

Lily belakangan baru tahu suaminya juga berupaya mengambil alih CV miliknya berupa minimarket di Semarang, Jawa Tengah, menggunakan surat kuasa palsu. Dalam surat itu, Edy memalsukan tanda tangan LE yang isinya menyetujui penyerahan saham minimarket dari Lily ke Edy.

 

Tiga perkara ini terjadi setelah Lily melaporkan Edy atas tuduhan tindak pidana KDRT dan selama proses persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang. Selama jadi terdakwa kasus KDRT, Edy belum dipenjara. Barulah saat Lily melaporkan pemalsuan tanda tangan dalam surat pernyataan, Edy ditahan di Polresta Tangerang, Kamis (10/9/2015) malam.

 

"Untuk kasus lain, masih diperiksa Puslabfor Mabes Polri, terutama tuduhan pemalsuan tanda tangan," ujar Mangirin.

 

Kasus KDRT terhadap Lily berawal dari permintaan Edy untuk melakukan hubungan seks yang melibatkan tiga orang dalam waktu bersamaan dan diminta untuk menurunkan berat badannya secara drastis. Lily juga dipaksa menyetujui Edy yang ingin berpoligami dengan salah satu pegawai Lily.

KAB. TANGERANG
Tinjau RSUD Kabupaten Tangerang, Gubernur Banten Minta Seluruh Pegawai Tidak Libur saat Lebaran

Tinjau RSUD Kabupaten Tangerang, Gubernur Banten Minta Seluruh Pegawai Tidak Libur saat Lebaran

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:17

mengecek langsung kesiapan layanan RSUD Kabupaten Tangerang menghadapi libur panjang hari raya Idulfitri 1447 H, Kamis 19 Maret 2026.

TANGSEL
Kisah Veri, Kayuh Sepeda Sendiri Mudik dari Serpong ke Palembang

Kisah Veri, Kayuh Sepeda Sendiri Mudik dari Serpong ke Palembang

Kamis, 19 Maret 2026 | 10:44

Di tengah padatnya arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Ciwandan, ada satu pemandangan yang tidak biasa. Sebuah sepeda hitam dengan sleeping bag dan tenda terikat rapi di bagian belakang melaju pelan menuju area pelabuhan

NASIONAL
Bukan Jumat, Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh pada Sabtu 21 Maret

Bukan Jumat, Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh pada Sabtu 21 Maret

Kamis, 19 Maret 2026 | 20:04

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) resmi menetapkan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

KOTA TANGERANG
Pokja WHTR Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan 2026 dengan Santunan Anak Yatim

Pokja WHTR Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan 2026 dengan Santunan Anak Yatim

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:53

Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti sekretariat Pokja WHTR di Jalan Perintis Kemerdekaan No. 38A, Babakan, Kota Tangerang, dalam puncak rangkaian kegiatan Ramadan 1447 H yang ditandai dengan buka puasa bersama dan santunan anak yatim

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill