Connect With Us

Peternak Babi di Nelgasari Tangerang Siap Pasang Badan

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 9 Oktober 2015 | 18:22

Para pemilik peternakan babi di kawasan Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, mengeluhkan rencana penggusuran bangunan ilegal di bantaran Sungai Cisadane oleh pemerintah daerah setempat. (Dira Derby / Tangerangnews)

 

 

TANGERANG-Para peternak babi di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, menyatakan siap pasang badan melawan satpol PP yang berencana akan menggusur bangunan mereka pada 15 Oktober 2015.

 

Hal itu dinyatakan mereka setelah hasil audiensi dengan wakil wali kota Tangerang Sachrudin di ruangannya pada Jumat (9/10), dead lock."Kami minta agar diberi waktu tiga bulan untuk pindah. Tapi tidak dipenuhi dan penggusuran akan tetap dilakukan terhadap peternakan dan juga rumah warga yang berada di bantaran Kali Cisadane," kata Sarimili, tokoh masyarakat saat mendampingi warga.

Menurutnya, Pemkot menawarkan kepada warga agar pindah ke rumah susun (rusun). Namun bangunannya sendiri belum ada. "Rusun yang mana? Dibangun juga belum. Harusnya Pemkot bangun dulu baru warga bisa pindah, seperti di DKI Jakarta. Kalau dibongkar dulu warga mau pindah kemana," tukasnya.

 

Karena itu warga akan melakukan perlawanan kepada aparat yang melakukan penggusuran pada 15 Oktober nanti. "Keputusan Pemkot terlalu kaku. Jelas kita protes dan akan melakukan perlawanan. Lihat saja, pasti akan ada pertumpahan darah," tukasnya.

 

Perwakilan warga, Edi Lim juga mengatakan bahwa hal ini akan diadukan ke DPRD Kota Tangerang. Pasalnya penggusuran tersebut akan menghilangkan pekerjaan bagi ribuan warga.

 

"Disana tidak hanya ada peternakan, tapi juga warung-warung dan lainnya. Kalau digusur pasti menciptakan pengangguran besar-besaran. Banyak pekerja yang harus dipikirkan," jelasnya.

 

Sementara Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan bahwa penggusuran akan tetap dilakukan. Pihaknya sudah memberikan himbauan kepada warga yang menempati bangunan di bantarab kali agar pindah sejak tahun 2010 lalu.

 

"Saya rasa toleransi sudah cukup diberikan. Hasil rapat sebelumnya berama warga juga mereka sudah setuju membongkar sendiri bangunannya," tandasnya.

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TANGSEL
Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:36

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperketat mitigasi banjir sekaligus kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit seiring meningkatnya intensitas hujan di wilayahnya.

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill