Connect With Us

Tidak Divaksin, Calon Haji Batal Berangkat

| Selasa, 20 Oktober 2009 | 22:01

TANGERANGNEWS-Calon jemaah haji Kota Tangerang tidak dapat diberangkatkan jika belum mempunyai sertifikasi kesehatan. Sebab sertifikasi tersebut berkaitan kesehatan calon jemaah haji khususnya vaksi minginitis dan influenza. Menurut Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kota Tangerang Ati Pramudji Hastuti, di Kota Tangerang terdapat 2058 calon jemaah, sedangkan calon jemaah yang sudah divaksin mencapai 1903 orang. ”Calon jemaah haji yang belum divaksin maka dirinya tidak mendapatkan sertifikasi kesehatan, sehingga secara otomatis tidak dapat diberangkatkan,” ungkapnya, Selasa(20/10). Ati menambahkan, pihak Saudi Arabia pun akan menolak calon jemaah yang tidak memiliki sertifikasi kesehatan. Jika calon jemaah haji belum divaksin, maka calon tersebut harus mendatangi Kantor Kesehatan Pelabuhan(KKP) Propinsi Banten. ”Ini merupakan jalan yang terakhir yang harus dilaksanakan oleh calon jemaah haji yang belum di vaksin. Sebab kami sudah memberikan kelonggran waktu yang cukup lama,” terang Ati. Sebelmunya, Dinas Kesehatan Kota Tangerang telah memberikan himbauan kepada kepada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) agar para calon jemaah mengikuti aturan yang ada terkait dengan sertifikasi kesehatan. Sementara itu, jika ingin melakukan vaksin diharapkan calon jemaah haji paling sedikit 9 jemaah, karena untuk satu botol vaksin menginitis berkapasitas 9 orang. Pemberian vaksin ini merupakan tahapan ketiga setelah tahap satu dan dua yang lebih terfokus pada medical chek up bagi calon jemaah haji. Dengan medical chek up akan terlihat secara keseluruhan kondisi fisik dari calon jemaah haji. “Tahap pertama dilakukan di puskesmas dan tahapan kedua dilakukan disejumlah rumah sakit yang ada dikota Tangerang,” katanya. Tambanya, dalam medical chek up tersebut terbagi dalam dua tahapan yakni dibawah usia 40 tahun, pemeriksaan yang dilakaukan yakni fisik dan golongan darah. Sedangkan usia diatas 40 tahun, dilengkapi dengan rontgen, gula darah, kolesterol dan jantung. Dalam pelayanan yang diberikan oleh Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) terhadap calon jemaah haji diperlukan satu dokter dan dua perawat dalam satu kloter.”Tim ini dikhususkan bagi calon jemaah haji yang memerlukan bantuan, khususnya kesehatan,” tegas Ati.(rangga)
OPINI
Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Gubernur Banten: Sebuah Surat Terbuka

Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Gubernur Banten: Sebuah Surat Terbuka

Kamis, 5 Februari 2026 | 20:38

Dalam balutan seminar nasional itu, Anda memamerkan angka 60 ribu siswa sekolah gratis seolah-olah itu adalah tiket emas menuju surga kesejahteraan.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

BANDARA
Cegah Kecelakaan Pesawat, Bandara Soetta Bersihkan Landasan hingga Edukasi Keselamatan

Cegah Kecelakaan Pesawat, Bandara Soetta Bersihkan Landasan hingga Edukasi Keselamatan

Kamis, 5 Februari 2026 | 21:25

Sebagai gerbang utama transportasi udara yang beroperasi 24 jam dengan kompleksitas tinggi, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) melaksanakan rangkaian evaluasi dan penguatan sistem

BANTEN
Komisi X DPR Soroti Banyak Pemuda Nganggur di Banten, Padahal Kawasan Industri

Komisi X DPR Soroti Banyak Pemuda Nganggur di Banten, Padahal Kawasan Industri

Kamis, 5 Februari 2026 | 20:12

Komisi X DPR RI menyoroti sejumlah masalah di Banten. Fokus utama pada tingginya angka pemuda dalam kategori NEET atau tidak bekerja (not in employment), tidak bersekolah (education) dan tidak mengikuti pelatihan (training).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill