Connect With Us

Mutasi di Kota Tangerang Dituding Janggal, Ini Jawaban Sekda

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 1 Februari 2016 | 19:59

Arief saat memeriksa sejumlah proyek. (Dira Derby / Tangerangnews)

TANGERANG-Mutasi dan rotasi yang dilakukan Pemerintah Kota Tangerang pada Senin (1/2/2016) membuat gempar seluruh pejabat di lingkungan Pemkot Tangerang.

Ada yang menyebut adanya intervensi dari pihak luar, dan ada juga yang menyebut untuk kepentingan politik sang Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menjelang Pilkada Kota Tangerang dan Banten.  

Nada miring dan penuh kejanggalan didengar dari lingkungan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang. Namun hal itu dibantah oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Dadi Budaeri.

"Tidak ada. Ini sudah sudah sesuai prosedur dan pertimbangan Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan), prosesnya juga lama sekali," kata Dadi.

Mutasi tersebut, kata Dadi, juga tidak berbenturan dengan UU Aparatur Sipil Negara (ASN) no 5/2014 dimana pegawai yang dimutasi atau rotasi minimal harus menempati jabatannya selama dua tahun.

"Itu berlaku untuk pegawai hasil seleksi seperti Dinas Perhubungan kemarin dan yang baru ini dua staff ahli. Selain dari itu boleh," katanya.

Dadi menambahkan dasar dari mutasi diantaranya mengisi kekosongan jabatan, penyegaran dan hasil evaluasi ternyata pegawai tersebut lebih maksimal jika di tempat lain.

Dia mencontohkan seperti Sugiharto Ahmad Bagja yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kebersihan Kota Tangerang dimutasi menjadi Kepala Bidang Pembangunan dan Perencanaan Setda Kota Tangerang.

"Kalau kita melihat, Pak Ugi buat konsepnya bagus, jadi kalau di Setda lebih bagus," jelasnya.

 

KOTA TANGERANG
Diduga Tilep Uang Pelanggan, Oknum Pegawai Perumda TB Dinonaktifkan dan Wajib Ganti Rugi

Diduga Tilep Uang Pelanggan, Oknum Pegawai Perumda TB Dinonaktifkan dan Wajib Ganti Rugi

Jumat, 19 Juni 2026 | 23:06

Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang mengambil tindakan kedisiplinan yang tegas kepada oknum pegawainya yang merugikan pelanggaan.

WISATA
Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Jumat, 19 Juni 2026 | 14:05

Ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati Klenteng Koet Goan Bio (Mpeh Peh Cun) Karawaci, Kota Tangerang. Mereka hadir untuk menyaksikan langsung kemeriahan Festival Budaya Pertjon (Peh Cun), sebuah tradisi khas warga Cina Benteng

BANDARA
Ngaku Mau Liburan ke Kamboja, 3 WNI Digagalkan Berangkat Kerja Secara Ilegal di Bandara Soetta

Ngaku Mau Liburan ke Kamboja, 3 WNI Digagalkan Berangkat Kerja Secara Ilegal di Bandara Soetta

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:08

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta (Soetta) berhasil mencegah keberangkatan tiga warga negara Indonesia (WNI) yang diduga hendak bekerja secara ilegal atau nonprosedural di Kamboja.

PROPERTI
Gandeng UI, Pengembang Rumah Subsidi MGK Serang Sulap Kawasan Hunian Jadi Laboratorium Riset

Gandeng UI, Pengembang Rumah Subsidi MGK Serang Sulap Kawasan Hunian Jadi Laboratorium Riset

Kamis, 18 Juni 2026 | 11:51

Pengembang perumahan bersubsidi Perumahan Mulia Gading Kencana (MGK) Serang, PT Infiniti Triniti Jaya (Infiniti Land) berkolaborasi dengan dunia akademik melalui kerja sama penelitian bersama Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill