Connect With Us

Sampah Sungai Cisadane Jadi Karya Seni Budaya Nusantara

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 7 Februari 2016 | 15:59

Sampah Sungai Cisadane Jadi Karya Seni Budaya Nusantara (Dira Derby / Tangerangnewscom)

TANGERANG-Sejumlah seniman dan penggiat lingkungan menggelar pagelaran seni Budaya Nusantara di markas komunitas pecinta lingkungan Bank Sampah Sungai Cisadane (Banksa Suci), Jalan Chandra, Kelurahan Panungangan Barat, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Sabtu (6/2/16).

Acara yang bertajuk "Mengeja Laku Liku Kaliku" ini menampilkan berbagai lukisan dari aliaran realisme, abstraksionisme, naturalisme hingga surealisme, karya sejumlah seniman kawakan seperti Sithan Sale dan Febry Swandito.

Tak hanya lukisan, ada juga beragam karya seni dari sampah yang diangkut dari Sungai Cisadane dan juga mural.

Baca Juga : Kumpulan Berita Cisadane Tangerang

Ketua panitia pameran lukisan dan seni Budaya Nusantara Mas'ud Ibnu Syamsuri mengatakan, pameran seni dan budaya yang digelar di pinggi sungai Cisadane ini baru pertama kali.

Adapun kegitan ini digelar atas inisiatif berbagi komunitas pecinta seni dan lingkungan seperti Waroeng Budaya Pojok Nusantara, Yayasan Peduli Lingkungan Hidup (Yapelh) dan Banksa Suci.

“Dalam catatan sejarah, baik dalam skala lokal, regional bahkan nasional pagelaran lukisan dan seni budaya baru pertama kali di lakukan di pinggir sungai. Dalam hal ini kita ingin sesuatu yang beda " ujarnya.

Selain itu, acara ini juga sengaja diadakan di pinggir Sungai Cisadane untuk menghidupkan kembali gairah dan semangat masyarakat yang bergantung pada air Sungai Cisadane.

“Kita ingin mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersihan serta keindahannya, karena sungai Cisadane yang melintas dari Bogor, Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang serta Kota Tangerang ini telah menjadi sumber penghidupan,” jelas Mas’ud.

Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.

Ia pun berharapan kepada para komuntias seni dan pencinta lingkungan dapat terus konsisten menjaga kebersihan Sungai Cisadane.

"Seni itu indah, dengan seni kita bisa mengekspresikan diri dan ide. Seorang pemimpin pun harus memiliki seni yang dapat mengajak warga masyarakat untuk mencintai seni dan budaya serta menjaga keberaihan lingkungannya," katanya.

 

OPINI
Penjajahan Digital dan Masa depan Teknologi Dalam Islam

Penjajahan Digital dan Masa depan Teknologi Dalam Islam

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:50

Penjajahan digital ( kolonialisme digital) adalah bentuk penguasaan atau kontrol terhadap suatu negara, masyarakat, atau individu melalui teknologi, platform digital, algoritma, serta penguasaan data.

HIBURAN
Duet Perdana Dian Sastrowardoyo dan Roy Sungkono dalam Film 'Yang Datang dan Yang Pergi', Ini Kisahnya

Duet Perdana Dian Sastrowardoyo dan Roy Sungkono dalam Film 'Yang Datang dan Yang Pergi', Ini Kisahnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:26

Dian Sastrowardoyo dan Roy Sungkono dipertemukan dalam kisah penuh makna yang merangkai romansa, rahasia keluarga, dan konflik lintas generasi melalui film layar lebar terbaru bertajuk Yang Datang dan Yang Pergi.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill