Connect With Us

4 Anggota Satpol PP Terancam 5 Tahun Penjara

| Selasa, 17 November 2009 | 20:01

Empat terdakwa Satpol PP Kota Tangerang dalam sidang perdana di PN Tangerang (tangerangnews/rangga / tangerangnews/rebelz)


TANGERANGNEWS-Empat anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang  yang menjadi terdakwa dalam kasus lalainya dalam bertugas sehingga menyebabkan tewasnya pekerja seks komersial (PSK) bernama Fifih Ariayani , 42, kini terancam 5 tahun penjara. Keempat petugas Satpol PP itu  adalah Komandan Pleton Satpol PP Suhadi dan tiga anggotanya, Langgeng Wahyudi, Sahudin, dan Dasiman Mulyono.

Diketahui saat ini, mereka menjadi tahanan kota karena telah dijamin oleh Wakil Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah. JPU Riyadi  dalam sidang perdana di Pengadilan Negeri Tangerang siang tadi  mengungkapkan bahwa para terdakwa terancam dakwaan primer dengan pasal 359 dan dakwaan sekunder pasal 304 jo pasal 306 dengan acaman maksimal  5 tahun penjara. Mereka diduga lalai dalam menjalankan tugas sehingga  menyebabkan hilangnya nyawa seseorang

.Sementara ketika ketua majelis hakim Haran Tarigan meminta kepada kuasa hukum terdakwa, Muhammad Ibadi, untuk mengajukan eksepsi, pihaknya menolak. Hakim pun memerintahkan JPU untuk mendatangkan saksi. Namun JPU mengaku belum mempersiapkan saksi karena mengira kuasa hukum terdakwa akan mengajukan eksespi. “Saksi belum disiapkan, karena saya mengira pada sidang hari ini kuasa hukum akan mengajukan eksepsi atas dakwaan,” ungkapnya kepada majelis hakim.

Akhirnya hakim memutuskan untuk melanjutkan persidangan pada Selasa (24/11) depan, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

Saat dikonfirmasi usai sidang, Pengacara M Ibadi mengaku tidak mengajukan eksespi untuk mempercepat persidangan. Sedangkan mengenai ketepatan pasal yang didakwakan kepada klienya, Ibadi menyatakan akan melihat dulu keterangan dari para saksi untuk menilainya. “Kita lihat dulu jalannya persidangan, keterangan saksi-saksi akan jadi dasar penilaian apakah dakwaan itu tepat atau tidak,” terangnya.

Seperti yang diketahui sebelumnya, Fifih, warga Kampung Telagasari RT 01/12, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, merupakan PSK yang baru saja bebas dari tempat penampungan PSK di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Dirinya tewas lantaran tenggelam setelah menyeburkan diri ke sungai Cisadane di Kota Tangerang karena takut terjaring razia yang dilakukan oleh Satpol PP.(rangga/dira)

OPINI
Fomo Menjadi Fenomena yang Sangat Berpengaruh Bagi Generasi Muda dan Dampaknya Sangat Besar Bagi Kesehatan Mental

Fomo Menjadi Fenomena yang Sangat Berpengaruh Bagi Generasi Muda dan Dampaknya Sangat Besar Bagi Kesehatan Mental

Senin, 8 Juni 2026 | 17:25

Fenomena atau fomo bagi generasi muda itu berdampak pada kesehatan mental yang artinya yang di mana media digital saat ini media sosial itu telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan di dalam kehidupan kita sehari-hari

BISNIS
Dampak Rupiah Melemah, Industri Minuman Kemasan Tertekan Biaya Produksi dan Daya Beli

Dampak Rupiah Melemah, Industri Minuman Kemasan Tertekan Biaya Produksi dan Daya Beli

Jumat, 5 Juni 2026 | 23:57

Industri makanan dan minuman nasional, khususnya sektor minuman kemasan, terus menunjukkan resiliensinya sebagai salah satu tulang punggung manufaktur di Indonesia.

KAB. TANGERANG
Antrean Pertamax di SPBU Tangerang Sepi Gegara Harga Naik, Warga Terpaksa Pakai Pertalite

Antrean Pertamax di SPBU Tangerang Sepi Gegara Harga Naik, Warga Terpaksa Pakai Pertalite

Rabu, 10 Juni 2026 | 21:31

Kenaikan harga yang terjadi pada bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax memunculkan keluhan dari sebagian warga Kabupaten Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill