Connect With Us

Poris Plawad Seharusnya Rp100 Juta/Bulan Masuk PAD

| Rabu, 18 November 2009 | 18:34


TANGERANGNEWS-Terminal Poris Plawad yang terletak di Jalan Benteng Beawi, Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, belum berfungsi secara optimal sejak dioperasikan beberapa waktu lalu. Hal tersebut disebabkan karena angkutan umum enggan masuk ke terminal. Akibatnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tangerang sekitar Rp100 juta perbulan yang harusnya  didapat dari pengoperasian terminal itu hilang terbuang.
 
Padahal pada tahun 2003 lalu, setelah pelaksanaan sosialisasi penggunaan Terminal Poris, Wali Kota Tangerang Wahidin Halim mengeluarkan surat edaran kepada pihak terkait Nomor 551.22/1825-Dishub/2003. Isinya, seluruh angkutan umum wajib untuk masuk ke terminal Poris Plawad. Apabila tidak diindahkan, dengan sendirinya angkutan umum akan ditilang dengan denda, menahan kendaraan hingga pencabutan izin trayek. Hanya saja, realisasi dari surat edaran yang ditandatangani oleh Wahidin Halim ini tidak maksimal.
 
Akibat itu, Ketua SPAU Tangerang, Syaiful Milah mengatakan Kota Tangerang kehilangan PAD yang harusnya didapat dari terminal Poris plawad sedikitnya Rp 100 juta/ bulan. Asumsinya jumlah angkutan umum dalam kota yang beroperasi di wilayah Tangerang mencapai 3000 unit. Sesuai dengan Perda retribusi terminal, angkutan umum dalam kota yang masuk ke terminal harus membayar Rp 200.  “Kalau satu unit mobil angkutan masuk lima kali sehari ke terminal. Berarti sudah Rp1000. Kalau dikalikan 30 hari dikali dengan 3.000 armada, itu belum termasuk bus AKAP,” papar Syaiful Milah.
 
Untuk itu pihaknya kata Syaiful meminta agar Dishub Kota Tangerang konsisten dalam merealisasikan edaran dari Walikota Tangerang. Termasuk didalamnya adalah penertiban terminal bayangan BUS AKAP. Karena salah satu alasan angkutan umum dalam kota tidak masuk ke terminal Poris Plawad akibat dari tidak adanya penumpang di dalam.
 
“Teori ada gula ada semut tidak terealisasi di terminal Poris. Harusnya bus AKAP diwajibkan masuk ke terminal. Dengan begitu, angkutan umum dalam kota juga akan masuk karena ada penumpang didalam terminal,” kata Syaiful.
 
Rencananya, SPAU pekan depan (23/11) akan melaksanakan hearing dengan DPRD Kota Tangerang. Salah satu yang jadi bahan pembahasan adalah penertiban loket-loket BUS AKAP yang didirikan di luar terminal Poris Plawad.
 
“Kami tidak melarang ada loket tiket BUS AKAP di luar Bus Poris Plawad. Tapi jangan menaikkan atau menurunkan penumpang. Jadi hanya sebatas menjual tiket. Mobilnya harus tetap di terminal Poris Plawad. Dengan begitu, angkutan umum dalam kota bisa mendapatkan sewa,” kata Syaiful sembari mengatakan ada dugaan permainan dari pihak Dishub terkait dengan tidak maksimalnya pelaksaan dari edaran yang dikeluarkan Wali Kota. (rangga/dira)
 
 

HIBURAN
Berkapasitas 1.000 Tamu, Cendana Ballroom Howard Johnson Tangerang Cocok untuk Event Besar dan Wedding 

Berkapasitas 1.000 Tamu, Cendana Ballroom Howard Johnson Tangerang Cocok untuk Event Besar dan Wedding 

Kamis, 11 Juni 2026 | 08:04

Howard Johnson by Wyndham Tangerang resmi memperkenalkan The Cendana Ballroom yang mampu menampung hingga 1.000 tamu untuk konsep standing reception maupun cocktail party.

NASIONAL
BPJS Kesehatan Masih Tunggu Keputusan Pemerintah Soal Pemutihan Tunggakan Rp14 Triliun

BPJS Kesehatan Masih Tunggu Keputusan Pemerintah Soal Pemutihan Tunggakan Rp14 Triliun

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:44

Rencana penghapusan tunggakan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang nilainya mencapai Rp14 triliun hingga kini masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah.

WISATA
Beri Nuansa Beda, Novotel Tangerang Hadirkan Promo Santap All You Can Eat Mongolian BBQ sambil Nikmati Pertunjukan Budaya Nusantara

Beri Nuansa Beda, Novotel Tangerang Hadirkan Promo Santap All You Can Eat Mongolian BBQ sambil Nikmati Pertunjukan Budaya Nusantara

Senin, 8 Juni 2026 | 15:10

Masyarakat Kota Tangerang dan sekitarnya berkesempatan menikmati pertunjukan budaya Nusantara sambil menyantap hidangan makan sepuasnya yang digelar Novotel Tangerang sepanjang Juni 2026.

BISNIS
Dampak Rupiah Melemah, Industri Minuman Kemasan Tertekan Biaya Produksi dan Daya Beli

Dampak Rupiah Melemah, Industri Minuman Kemasan Tertekan Biaya Produksi dan Daya Beli

Jumat, 5 Juni 2026 | 23:57

Industri makanan dan minuman nasional, khususnya sektor minuman kemasan, terus menunjukkan resiliensinya sebagai salah satu tulang punggung manufaktur di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill