Narkoba: Jerat Maut dan Solusi Islam
Kamis, 23 April 2026 | 14:04
Hampir setiap hari kita dihujani dengan kabar tentang kasus kejahatan termasuk pembunuhan yang sebagian besar pelakunya terindikasi menggunakan miras dan obat-obatan terlarang.
TANGERANGNews.com-Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Tangerang akan kembali membangun taman tematik. Kali ini adalah Taman Bambu yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, depan Kantor Disnaker Kota Tangerang.
Kabid Pertamanan DKP Kota Tangerang Tihar Sopian mengatakan, konsep taman Taman Bambu ini akan jadi tempat edukasi dan wisata. Pihaknya juga bekerja sama dengan Komunitas Bambu Nsuantara. “Mereka menawarkan edukasi jenis dan nilai ekonomis dari bambu,” katanya, Selasa (15/11/2016).

Menurut Tihar, selama ini masyarakat belum banyak yang tahu jenis-jenis bambu dan manfaatnya seperti bisa jadi alat musik, peralatan rumah tangga, bahkan kuliner. “Diharapkan nantinya bisa jadi inspirasi bagi warga untuk memanfaatkan nilai ekonomisnya,” jelasnya.
Selain ada banyak jenis bambu yang akan ditanam, DKP juga akan membangun rumah oksigen di taman tersebut. Semua konstruksinya akan menggunakan bahan bambu.
“Rumah oksigen ini multifungsi bisa digunakan untuk aula atau galeri. Kita akan bangun tahun ini,” katanya.
Untuk diketahui, DKP terus membangun taman-taman untuk menambah ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Tangerang. Jumlah taman yang dikelola oleh DKP hingga awal tahun 2016 ada 140 titik dengan luas 45,49 hektare. Adapun taman tematik yang sudah dibangun sekitar 15 taman, diantaranya Taman Potret, Taman Lalu Lintas, Taman Pramuka, Taman Pintu Air dan lain-lain.
TODAY TAGHampir setiap hari kita dihujani dengan kabar tentang kasus kejahatan termasuk pembunuhan yang sebagian besar pelakunya terindikasi menggunakan miras dan obat-obatan terlarang.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan kerja sampingan melalui grup Telegram.
Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten (Karantina Banten) memusnahkan gulma Asphodelus Fistulosus yang ditemukan pada 27.000 ton komoditas biji gandum impor dari Australia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews