Telkomsel Tebar Voucher Jutaan Rupiah hingga Nobar Seru di Serang
Selasa, 20 Januari 2026 | 20:43
Mengawali tahun 2026 dengan penuh apresiasi, Telkomsel Regional Jakarta Banten kembali memperkuat ikatan dengan para pelanggan setianya.
TANGERANGNews.com-Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Tangerang akan kembali membangun taman tematik. Kali ini adalah Taman Bambu yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, depan Kantor Disnaker Kota Tangerang.
Kabid Pertamanan DKP Kota Tangerang Tihar Sopian mengatakan, konsep taman Taman Bambu ini akan jadi tempat edukasi dan wisata. Pihaknya juga bekerja sama dengan Komunitas Bambu Nsuantara. “Mereka menawarkan edukasi jenis dan nilai ekonomis dari bambu,” katanya, Selasa (15/11/2016).

Menurut Tihar, selama ini masyarakat belum banyak yang tahu jenis-jenis bambu dan manfaatnya seperti bisa jadi alat musik, peralatan rumah tangga, bahkan kuliner. “Diharapkan nantinya bisa jadi inspirasi bagi warga untuk memanfaatkan nilai ekonomisnya,” jelasnya.
Selain ada banyak jenis bambu yang akan ditanam, DKP juga akan membangun rumah oksigen di taman tersebut. Semua konstruksinya akan menggunakan bahan bambu.
“Rumah oksigen ini multifungsi bisa digunakan untuk aula atau galeri. Kita akan bangun tahun ini,” katanya.
Untuk diketahui, DKP terus membangun taman-taman untuk menambah ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Tangerang. Jumlah taman yang dikelola oleh DKP hingga awal tahun 2016 ada 140 titik dengan luas 45,49 hektare. Adapun taman tematik yang sudah dibangun sekitar 15 taman, diantaranya Taman Potret, Taman Lalu Lintas, Taman Pramuka, Taman Pintu Air dan lain-lain.
Mengawali tahun 2026 dengan penuh apresiasi, Telkomsel Regional Jakarta Banten kembali memperkuat ikatan dengan para pelanggan setianya.
TODAY TAGPendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP dijadwalkan mulai dibuka pada Senin 19 Januari 2026.
Kawasan Paramount Gading Serpong tidak hanya dikembangkan sebagai kawasan hunian, wilayah ini dirancang dengan konsep terpadu yang mencakup area komersial, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga ruang publik penunjang aktivitas masyarakat.
Kasus saldo kripto yang mendadak terkuras tanpa disadari semakin sering terjadi. Salah satu penyebab yang kini banyak digunakan penipu adalah wallet drainer, alat berbahaya yang mampu menguras aset kripto hanya lewat satu persetujuan transaksi.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews