Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNews.com-Puluhan narapdiana di Lapas Wanita Tangerang dipastikan tidak bisa mencoblos saat Pilkada Banten karena permaslaahan KTP elekrtonik (e-KTP). Berdasarkan data, dari 100 narapidana yang berdomisili di Proivinsi Banten, hanya 20 yang bisa mencoblos.
“Mereka yang tidak bisa memilih ini belum memiliki e-KTP dan belum memiliki surat keternagan melakukan perekaman, selain itu juga banyak pakai nama alias, NIK tidak lengkap dan KTP-nya disita penyidik kepolisian,” kata Ketua KPU Kota Tangerang Sanusi Pane saat menggelar sosialisasi Pilgub Banten di Lapas Wanit Tangerang, Rabu (21/12/2016).
Menurut Sanusi, karena permasalahan tersebut, dari 100 nama yang diajukan, yang benar-benar lengkap dan masuk sistem Sidalih (Sistem Informasi Data Pemilih) hanya 20 orang. “Karena memang dalam peraturan KPU, syarat untuk memilih harus sudah merekam e-KTP,” katanya.
Sanusi menambahkan, sosialisasi sendiri dilakukan untuk memperkenalkan para calon gubernur dan wakil gubernur serta visi misinya. Pihaknya ingin semua informasi soal Pilkada Banten bisa diketahu seluruh masyarakat calon pemilih.
“Di Lapas wanita kita sediakan 1 TPS. Selain itu juga 2 TPS di Lapas Pemuda dan 1 TPS di Lapas Dewasa, sehingga totalnya 4 TPS Lapas. Nanti kita juga kan sosialisasi di Lapas lainnya,” ujarnya.
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGPT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten melalui UP3 Cikupa memberikan edukasi keselamatan listrik kepada siswa SMAN 6 Kabupaten Tangerang.
Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews