Connect With Us

Rencana LRT Kota Tangerang-Tangsel Menyeruak Kembali

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 2 April 2017 | 15:00

Ilustrasi LRT (Istimewa / TangerangNews)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Provinsi Banten berusaha menjalankan kembali rencana pembangunan kereta layang ringan atau Light Rail Transit (LRT) untuk menghubungkan Kota Tangerang dan Tangsel. Wacana yang sempat tidak ada kejelasan ini dinilai mendesak untuk mengatasi tingginya masalah kemacetan di perkotaan.

Hal itu dikatakan Kepala Bappeda Propinsi Banten Hudaya Latuconsina, saat di Kota Tangerang, Jumat (31/3/2017) lalu. Menurutnya, pembangunan LRT bisa menjadi solusi mengatasi masalah kemacetan akibat pertumbuhan kendaraan bermotor yang melintas di dua kota metropolitan tersebut.

“LRT di bangun tujuannya mengurangi kemacetan serta kendaraan. Sebelumnya, dari pihak Kota Tangsel dan Kota Tangerang pun telah bertemu membicarakan pembangunan tersebut. Karena saat ini, melihat tingkat kroditnya sudah tinggi,” jelasnya.



Menurut Hudaya, rencana LRT ini sebenarnya sudah lama, namun tidak terwujud. Sudah ada Feasibility Study (Studi kelayakan), tetapi dahulu monorail. “Kini direvisi kembali dan akan dibangun, karena sudah ada swasta yang berani dengan proyek tersebut" katanya.

Namun menurutnya, meskipun membantu menyelesaikan kemacetan, keberadaannya akan berdampak kepada penurunan pajak dari kendaraan bermotor. “Apabila Pemda masih menganggap pendapatan daerahnya dari kendaraan bermotor maka otomatis akan mengurangi pendapatan pajaknya," jelas Hudaya.

Sementara Wali Kota Tangerang Arief R Wismanyah mengatakan bahwa pembangunan LRT ini baru sebatas pembicaraan awal. Ini merupakan program Provinsi Banten untuk membangun jantung provinsi lebih berkembang lagi. “Didoakan saja, semoga perkembangannya cepat dan segera ada kabar kapan mulai pembangunannya,” ungkap Arief.

Arief menjelaskan, rencananya jalur LRT akan mulai dari Rawa Buntu – Serpong - Tangerang. Sementara itu untuk titik stasiunnya akan dibangun dikawasan Palem Semi, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Untuk jenis kereta yang akan dioperasikan adalah kereta ringan seperti digunakan Negara Jepang khusus untuk angkutan orang.

“Konstruksi pembangunan rel kereta LRT itu menggunakan jembatan jalur layang untuk meminimalisir penggunaan lahan, mengingat lahan di Kota Tangerang cukup mahal sehingga jalurnya menggunakan medium jalan,” jelasnya.

Hanya saja, menurutnya LRT tidak menjadi kebutuhan mendesak mengingat kemacetan di Kota Tangerang masih dalam taraf wajar.

“Tapi hal ini tentu akan meningkatkan sejumlah indikator yang ada seperti perkembangan ekonomi, investor hingga perkembangan infrastruktur yang teru berpengaruh hingga lini bawah,” jelasnya

TANGSEL
Mediasi Gagal, Orang Tua Murid Keukeuh Lanjutkan Proses Hukum Guru di Tangsel

Mediasi Gagal, Orang Tua Murid Keukeuh Lanjutkan Proses Hukum Guru di Tangsel

Kamis, 29 Januari 2026 | 15:39

Upaya mediasi yang dilakukan Polres Tangerang Selatan (Tangsel) dalam kasus dugaan ucapan tidak menyenangkan oleh seorang guru SD berakhir gagal.

PROPERTI
Maggiore Signature West Jadi Area Komersial Terakhir di Kawasan Maggiore Gading Serpong

Maggiore Signature West Jadi Area Komersial Terakhir di Kawasan Maggiore Gading Serpong

Rabu, 28 Januari 2026 | 20:57

Paramount Gading Serpong menghadirkan Maggiore Signature West sebagai area komersial premium terbaru di kawasan Maggiore @ Paramount Gading Serpong pada awal 2026.

KOTA TANGERANG
HUT ke-26 , Pokja WHTR Gelar Donor Darah dan Beri Perlindungan BPJS untuk Wartawan

HUT ke-26 , Pokja WHTR Gelar Donor Darah dan Beri Perlindungan BPJS untuk Wartawan

Kamis, 29 Januari 2026 | 16:34

Kelompok Kerja Wartawan Harian Tangerang Raya (Pokja WHTR) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 dengan sejumlah kegiatan sosial di Sekretariat Pokja WHTR, Jalan Perintis Kemerdekaan No. 38A, Babakan, Kota Tangerang, Kamis 29 Januari 2026.

NASIONAL
Pertamina Usul Beli Gas LPG 3 Kg Dibatasi 10 Tabung per Bulan

Pertamina Usul Beli Gas LPG 3 Kg Dibatasi 10 Tabung per Bulan

Rabu, 28 Januari 2026 | 12:35

PT Pertamina Patra Niaga mengusulkan kebijakan pembatasan pembelian LPG subsidi 3 kilogram maksimal 10 tabung per bulan untuk setiap kepala keluarga (KK).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill