2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi
Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:40
Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.
TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Provinsi Banten berusaha menjalankan kembali rencana pembangunan kereta layang ringan atau Light Rail Transit (LRT) untuk menghubungkan Kota Tangerang dan Tangsel. Wacana yang sempat tidak ada kejelasan ini dinilai mendesak untuk mengatasi tingginya masalah kemacetan di perkotaan.
Hal itu dikatakan Kepala Bappeda Propinsi Banten Hudaya Latuconsina, saat di Kota Tangerang, Jumat (31/3/2017) lalu. Menurutnya, pembangunan LRT bisa menjadi solusi mengatasi masalah kemacetan akibat pertumbuhan kendaraan bermotor yang melintas di dua kota metropolitan tersebut.
“LRT di bangun tujuannya mengurangi kemacetan serta kendaraan. Sebelumnya, dari pihak Kota Tangsel dan Kota Tangerang pun telah bertemu membicarakan pembangunan tersebut. Karena saat ini, melihat tingkat kroditnya sudah tinggi,” jelasnya.
Menurut Hudaya, rencana LRT ini sebenarnya sudah lama, namun tidak terwujud. Sudah ada Feasibility Study (Studi kelayakan), tetapi dahulu monorail. “Kini direvisi kembali dan akan dibangun, karena sudah ada swasta yang berani dengan proyek tersebut" katanya.
Namun menurutnya, meskipun membantu menyelesaikan kemacetan, keberadaannya akan berdampak kepada penurunan pajak dari kendaraan bermotor. “Apabila Pemda masih menganggap pendapatan daerahnya dari kendaraan bermotor maka otomatis akan mengurangi pendapatan pajaknya," jelas Hudaya.
Sementara Wali Kota Tangerang Arief R Wismanyah mengatakan bahwa pembangunan LRT ini baru sebatas pembicaraan awal. Ini merupakan program Provinsi Banten untuk membangun jantung provinsi lebih berkembang lagi. “Didoakan saja, semoga perkembangannya cepat dan segera ada kabar kapan mulai pembangunannya,” ungkap Arief.
Arief menjelaskan, rencananya jalur LRT akan mulai dari Rawa Buntu – Serpong - Tangerang. Sementara itu untuk titik stasiunnya akan dibangun dikawasan Palem Semi, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Untuk jenis kereta yang akan dioperasikan adalah kereta ringan seperti digunakan Negara Jepang khusus untuk angkutan orang.
“Konstruksi pembangunan rel kereta LRT itu menggunakan jembatan jalur layang untuk meminimalisir penggunaan lahan, mengingat lahan di Kota Tangerang cukup mahal sehingga jalurnya menggunakan medium jalan,” jelasnya.
Hanya saja, menurutnya LRT tidak menjadi kebutuhan mendesak mengingat kemacetan di Kota Tangerang masih dalam taraf wajar.
“Tapi hal ini tentu akan meningkatkan sejumlah indikator yang ada seperti perkembangan ekonomi, investor hingga perkembangan infrastruktur yang teru berpengaruh hingga lini bawah,” jelasnya
Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.
TODAY TAGDi tengah keterbatasan akses akibat kondisi geografis kepulauan, SD Negeri Pulo Panjang 2, Kabupaten Serang, mendapat tambahan fasilitas pendidikan melalui program Bridge Banten dari PT PLN (Persero) UID Banten.
IHSG kembali dibuka dalam tekanan berat pada perdagangan Senin, 19 Oktober 2026. Indeks Harga Saham Gabungan langsung anjlok 4,31% ke level 4.961,87 atau turun 223 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Ajang lari Alfamart Run 2026 yang digelar di Plaza Parkir Timur Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu 18 Oktober 2026, menyisakan cerita heboh hingga viral.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews