Connect With Us

Logistik Untuk Korban Banjir bertahan hingga Jumat

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 9 Mei 2017 | 17:00

Warga di Priuk yang rumahnya terendam banjir saat ini banyak yang Mengungsi di Gor Total Persada, Minggu (7/5/2017). (@TangerangNews2017 / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Dinas Sosial Kota Tangerang telah menyalurkan bantuan logistik terhadap korban banjir di Total Persada, Kelurahan Gembor, Kecamatan Priuk, Kota Tangerang. Ada sekitar 37 item logistik yang disalurkan sejak Minggu (9/5/2017) hingga hari ini.
 
Kepala Dinsos Kota Tangerang Rahmat Hadis mengatakan, sejumlah logistik yang disalurkan diantaranya kebutuhan pokok seperti 1 dus obat-obatan, 300 Kg beras, 230 Kg telur ayam, 80 liter minyak goreng, 135 dus air mineral, 54 dus mie instan, dan lain-lain.
 
"Kita juga sudah berikan 1500 nasi bungkus kepada para pengungsi," jelasnya, Selasa (9/5/2017).
 

 
Rahmat Hadis mengatakan, logistik tersebut dapat memenuhi kebutuhan  para pengungsi hingga hari Jumat (12/5/2017). "Itu pun kalau tidak hujan. Tapi kalau hujan lagi, kebutuhan akan bertambah," jelasnya.
 
Untuk diketahui banjir merendam Perumahan Total Persada dan Alamands dengan ketinggian mencapai 2 meter. 
 
Berdasarkan data, banjir di Total Persada merendam lima RT di RW 7 dan enam RT di RW 8, dengan jumlah korban banjir 3,838 jiwa. Kebakan korban mengungsi di Gor Total Persada.
 
Sementara di Perum Alamanda Kecamatan Periuk,  jumlah pengungsi 160 jiwa di Masjid Al Muhajidin.
NASIONAL
Soroti Relasi Kuasa Dugaan Pelecehan Seksual di Satpol PP Tangerang, Ombudsman Desak Usut Transparan

Soroti Relasi Kuasa Dugaan Pelecehan Seksual di Satpol PP Tangerang, Ombudsman Desak Usut Transparan

Minggu, 27 September 2026 | 20:40

Ombudsman Republik Indonesia (RI) menyoroti dugaan kasus pelecehan seksual oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang Ana Supriyatna yang dinilai terdapat relasi kuasa di dalamnya.

BANTEN
Meski Abu Vulkanik Anak Krakatau Mereda, Dokter Ingatkan Risiko yang Mengintai Kesehatan Pernapasan 

Meski Abu Vulkanik Anak Krakatau Mereda, Dokter Ingatkan Risiko yang Mengintai Kesehatan Pernapasan 

Selasa, 29 September 2026 | 08:37

Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang berlangsung sejak awal September 2026 mulai mereda. Namun, paparan abu vulkanik yang sebelumnya menyebar ke sejumlah wilayah tetap perlu menjadi perhatian karena dapat berdampak pada kesehatan

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill