Connect With Us

Sepeda Motor Tak Bertuan Ditemukan Tergeletak di Periuk

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 18 Juli 2017 | 11:00

Sepeda motor Honda Beat, warna putih biru bernopol B-3756-CFD, Selasa (18/7/2017). (@TangerangNews2017 / Sayuti Tan Malik)

TANGERANGNEWS.com-Warga Perumahan Grand Duta, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang menemukan satu unit sepeda motor yang diduga hasil pencurian pada pukul 07.00 WIB, Selasa (18/7/2017).

Abdul Aziz, warga sekitar mengatakan, sepeda motor Honda Beat, warna putih biru bernopol B-3756-CFD ini ditemukan petugas keamanan Perumahan Grand Duta saat akan tukar shift. Petugas melihat ada kendaraan bermotor tergeletak di lapangan yang berlokasi di gerbang belakang Grand Duta.

"Kemungkinan kendaraan tersebut merupakan hasil pencurian karena pemiliknya tidak ada dan kendaraan dalam keadaan rusak pada bagian kuncinya," pungkasnya.

Temuan tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Jatiuwung. Setelah petugas kepolisan datang, sepeda tersebut kemudian diangkut ke Mapolsek.(RAZ)

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

HIBURAN
3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026

3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026

Jumat, 3 Juli 2026 | 16:36

Bulan Juli 2026, Kota Tangerang akan diramaikan dengan tiga event akbar yakni Festival Cisadane, Festival Kali Sabi, dan Halal Fest 2.

BANTEN
Gunung Anak Krakatau Status Siaga Level III, Masyarakat Dilarang Mendekat dalam Radius 3 Km

Gunung Anak Krakatau Status Siaga Level III, Masyarakat Dilarang Mendekat dalam Radius 3 Km

Sabtu, 4 Juli 2026 | 21:39

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan tingkat aktivitas Gunung Api Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Sumatra, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill