Connect With Us

Pemkot Tangerang Terus Galakan Sodaqoh Oksigen

Achmad Irfan Fauzi | Senin, 9 Oktober 2017 | 16:00

Tampak Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin saat memberikan sambutan dalam rangka Program melestarikan lingkungan hidup melalui gerakan Sodaqoh Oksigen, Senin (9/10/2017). (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com - Pemerintah Kota Tangerang berupaya meningkatkan pemahaman pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam rangka melestarikan lingkungan hidup, salah satunya melalui gerakan Sodaqoh Oksigen. Program tersebut disosialisasikan di Ruang Akhlakul Karimah Gedung Puspemkot Tangerang, Senin (9/10/2017) siang.

BACA JUGA : Rayakan HUT RI ke-72, Kota Tangerang Luncurkan Berbagai Layanan Kesehatan

Menurut Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin, pembangunan itu tidak dilaksanakan oleh pemerintah semata saja. Melainkan harus ada peran semua pemangku kepentingan seperti masyarakat dan para pengusaha.

"Agar tingkat kesadaran meningkat dengan melibatkan para pemangku kepentingan dalam melestarikan lingkungannya yang berkaitan dengan kebutuhan hidup," katanya.

Begitupun dengan Engkos Zarkasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup menuturkan bahwa sosialisasi ini untuk memberi pencerahan kepada peserta dalam rangka mengurangi efek gas rumah kaca.

"Dari diskusi ini akan lahir peraturan Wali Kota terkait dengan pengelolaan lingkungan hidup khususnya di pencemaran udara dalam rangka mengurangi efek gas rumah kaca," ucapnya.

BACA JUGA : BPJS Kesehatan Kerjasama dengan Dinas dan Kecamatan se-Kota Tangsel

Kita punya pemantau udara, sambung Engkos, tetapi tidak tinggal diam dan kita juga harus antisipasi salah satunya yang akan kita gerakan, seperti yang wali kota canangkan yaitu gerakkan Sodaqoh Oksigen.

"Karena oksigen tidak bisa dihasilkan sembarangan, tapi oleh tumbuhan bisa dihasilkan. Mudah mudahan dengan gerakan sodaqoh oksigen ini akan menambah semangat masyarakat untuk bisa terus menanam pohon," kata dia.(RAZ/HRU)

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

OPINI
Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:29

Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen

BANDARA
Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:58

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyinggung penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik yang dinilainya masih kalah dominan dibandingkan bahasa Inggris.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill