Connect With Us

Jalan Daan Mogot Daerah Rawan Kecelakaan

| Selasa, 16 Februari 2010 | 18:59

Ilustrasi kecelakaan (tangerangnews / rangga)

TANGERANGNEWS-Polres Metro Kota Tangerang menetapkan empat jalan rawan akan
kecelakaan. Dari empat jalan tersebut diketahui paling rawan akan peristiwa kecelakaan adalah di Jalan Raya Daan Mogot tepatnya di Kilometer 22 setelah jembatan dari arah Tangerang menuju ke Jakarta.
 
Kasat Lantas Polres Metro Kota Tangerang Kompol Firman. Darmansyah mengatakan,
berdasarkan grafik dalam tiga tahun terakir ini rata-rata jumlah kejadian kecelakaan
 lalu lintas di lokasi tersebut per hari tiga kejadian, per bulannya 34 kejadian
dengan korban meninggal dunia per hari satu orang.
 
“Melihat dari grafik tersebut angka kecelakaan laka lantas di jalan itu paling
tinggi diantara jalan yang lain, “kata Firman siang ini.  Ditanya apa yang menyebabkan kecelakaan itu, Firman mengatakan, penyebabnya karena tingkat kedisplinan masyarakat masih rendah. 
 
Infrastruktur kurang tertata, volume kendaraan tinggi, kondisi jalan yang sempit,
jalan berlobang , lampu pengatur lalu lintas (traffic light) tidak efektif, rambu
dan marka jalan yang sudah tidak sesuai dengan kondisi jalan.
 
"Untuk itu kini kami menambah personil di Jalan Daan Mogot dari satu regu menjadi
dua regu. Artinya ada 12 orang anggota setiap hari. Dan kami juga telah mendirikan
tenda," ujarnya.
 
Tujuan dengan mendirikan tenda di sana itu, kata dia, untuk menghindari roda dua
melawan arus dan angkutan kota yang mengetem menunggu penumpang naik .Selain itu, untuk memantau angkutan yang melebihi penumpang serta menghidupkan lampu pada siang hari untuk roda dua.
 
Titik rawan kedua setelah Jalan Daan Mogot, kata Firman, adalah Jalan Gatot Subroto
 di Kecamatan Jatiuwung, kemudian Jalan KH Hasyim Ashari dan keempat perempatan
Ciledug."Dibeberapa lokasi itu, satu bulan bisa mencapai 5-10 korban kecelakaan luka
berat," ujarnya.
 
Firman menjelaskan penanganan permasalah daerah rawan kecelakaan ini melibatkan
beberapa instasi terkait mulai dari Dinas Perhubungan (Dishub), Pekerjaan Umum (PU),
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) dan Badan Perencana Daerah (Bapeda).
 
Setelah melakukan koordinasi dan survey dinas terkait tersebut langsung melakukan
pembenahan dan perbaikan diantaranya meriset trafic light yang sebelum mati.
“Rambu-rambu lalu lintas yang sebelumnya tidak sistimatis akhirnya diperbaiki dan
jalan yang berlobang diaspal kembali,”ujar Firman.(dira)
 

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

WISATA
Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40

Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

KAB. TANGERANG
Musang Sampai Kera di Kabupaten Tangerang Divaksin Rabies

Musang Sampai Kera di Kabupaten Tangerang Divaksin Rabies

Senin, 12 Oktober 2026 | 19:12

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) memberikan layanan Vaksinasi Rabies Gratis bagi hewan peliharaan warga.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill