Sudah 6 Hari Terbakar, Hujan Buatan untuk TPA Jatiwaringin Malah Tertunda Akibat Hal Ini
Minggu, 5 Juli 2026 | 19:50
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk penanganan kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) harus ditunda kembali.
TANGERANGNEWS.com - Walaupun sampah berserakan setelah perayaan pergantian Tahun Baru 2018 di kawasan Puspemkot Tangerang, ternyata jumlah volume sampah tersebut masih normal.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Buceu Gartina. Menurutnya, volume sampah setelah perayaan pergantian Tahun Baru 2018 di Kota Tangerang berada dalam kondisi normal.
"Cenderung turun, malahan sampahnya normal, yang di Puspem tidak mencapai 1 ton," ujar dia kepada TangerangNews.com, Senin (1/1/2018).
Ia menjelaskan, volume sampah yang cenderung turun tersebut karena sudah diprediksi oleh dirinya dan berkaca pada hari libur kemarin, yang menunjukkan bahwa volume sampah perharinya menurun.
BACA JUGA :
"Memang sebelumnya sudah diprediksi bahwa kenaikan sampah tidak akan banyak. Melihat kecenderungan jumlah sampah sejak libur kemarin cenderung turun kurang lebih 100 ton per hari," kata dia.
Sampah di perkotaan pada malam tahun baruan ini didominasi oleh sampah bekas-bekas makanan dan minuman. Tidak banyak sampah materiil. Menurut Buceu, tidak ada yang spesial. "Enggak ada spesialisasi dalam malam Tahun Baru," tutur dia.(RAZ/HRU)
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk penanganan kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) harus ditunda kembali.
TODAY TAGDalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan melimpahkan kewenangan pengelolaan jalan lingkungan dan drainase ke pihak kecamatan, untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan tingkat aktivitas Gunung Api Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Sumatra, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews