Ada 486 Kasus Pencurian di Wilayah Hukum Polda Banten Sampai Mei 2026, Polresta Tangerang Tertinggi
Kamis, 4 Juni 2026 | 21:29
Tindak kriminalitas berupa pencurian masih menjadi salah satu tantangan besar bagi aparat penegak hukum Polda Banten.
TANGERANGNEWS.com - Walaupun sampah berserakan setelah perayaan pergantian Tahun Baru 2018 di kawasan Puspemkot Tangerang, ternyata jumlah volume sampah tersebut masih normal.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Buceu Gartina. Menurutnya, volume sampah setelah perayaan pergantian Tahun Baru 2018 di Kota Tangerang berada dalam kondisi normal.
"Cenderung turun, malahan sampahnya normal, yang di Puspem tidak mencapai 1 ton," ujar dia kepada TangerangNews.com, Senin (1/1/2018).
Ia menjelaskan, volume sampah yang cenderung turun tersebut karena sudah diprediksi oleh dirinya dan berkaca pada hari libur kemarin, yang menunjukkan bahwa volume sampah perharinya menurun.
BACA JUGA :
"Memang sebelumnya sudah diprediksi bahwa kenaikan sampah tidak akan banyak. Melihat kecenderungan jumlah sampah sejak libur kemarin cenderung turun kurang lebih 100 ton per hari," kata dia.
Sampah di perkotaan pada malam tahun baruan ini didominasi oleh sampah bekas-bekas makanan dan minuman. Tidak banyak sampah materiil. Menurut Buceu, tidak ada yang spesial. "Enggak ada spesialisasi dalam malam Tahun Baru," tutur dia.(RAZ/HRU)
Tindak kriminalitas berupa pencurian masih menjadi salah satu tantangan besar bagi aparat penegak hukum Polda Banten.
TODAY TAGMeningkatnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan dan kualitas lingkungan mendorong kebutuhan akan perangkat rumah tangga yang mampu mendukung gaya hidup sehat.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mulai mematangkan menetapkan pembagian wilayah domisili bagi calon peserta didik terkait Seleksi Penerimaan Siswa Baru (SPMB) 2026 untuk jenjang SD dan SMP.
Kini wajah Situ Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, berubah total. Situ seluas 22 hektar ini dulunya dikenal sebagai area terbengkalai. Ilalang tinggi, semak liar, hingga kesan menyeramkan pernah melekat di kawasan tersebut.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews