Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals
Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15
Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
TANGERANGNEWS.com-Pelaku pencabulan terhadap anak dibawah umur berinisial Dah mengaku telah menggauli enam bocah laki-laki sejak dua tahun lalu, 2016.
Wakapolres Metro Tangerang AKBP Harley Silalahi mengatakan, kakek berusia 63 tahun tersebut melakukan aksi seksualnya itu di rumahnya yang disulap menjadi rental game PlayStation (PS) di Jalan Kecipir Raya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, beberapa waktu terakhir.
"Sudah ada 6 anak-anak kecil yang dicabuli tersangka. Tapi yang bersangkutan mengaku sudah 7 kali melakukannya," ujar Harley di Mapolres Metro Tangerang, Selasa (6/3/2018).
Harley menjelaskan, modus yang dilakukan Dah untuk bisa menggauli para korbannya dengan cara mengiming-imingi uang dan perpanjangan waktu main game PS.
"Memang ada niat daripada si tersangka untuk mencabuli korbannya. Yang bersangkutan melakukan pencabulan dengan memegang atau memainkan kelamin si anak-anak untuk memuaskan hasratnya," kata Harley.
Harley mengungkapkan, Dah menjalani usaha rental game PS milik anaknya tersebut sejak tahun 2016. Sejak itu juga Dah mulai menggauli para korbannya.
"Sejak 2016 dia paling tidak 7 kali melakukan pencabulan. Rentalnya juga berada sejak tahun 2016," tutur Harley.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 82 UU No 35/2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dalam paling lama 15 tahun.(RAZ/HRU)
Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
TODAY TAGKematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Bulan suci Ramadan 2027 tinggal beberapa bulan lagi. Moment ini biasanya dimanfatkan banyak orang untuk berjualan mulai dari takjil, busana muslim dan beragam produk lainnya.
Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews