KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Belum lama diberlakukannya pengurangan jadwal kereta api commuter line jurusan Tangerang-Duri. Kini warga Tangerang meski menghadapi sistem ganjil genap di jalan Tol Tangerang-Jakarta.
Alih-alih pemerintah memperbaiki sarana transportasi publik, kini justru kebijakan yang diambilnya malah semakin menyulitkan masyarakat yang hendak berpergian atau berangkat kerja menuju Ibukota Indonesia, Jakarta.
Satu pengguna jasa kereta api rute Tangerang-Duri, Reno Saputra menuturkan, semenjak frekuensi perjalanan rute tersebut berkurang, dirinya beralih menggunakan kendaraan pribadi.
"Setiap hari ke Jakarta naik kereta dari stasiun Tangerang tapi kemarin penumpang selalu menumpuk karena jadwal perjalanan dikurangin. Jadi rela macet-macetan bawa mobil ke Jakarta," ujar pria 29 tahun ini, Senin (16/4/2018).
Sementara, satu pengguna jasa Tol Tangerang, Arief Fadhila, 23, mengungkapkan kegelisahannya terkait penerapan ganjil - genap di jalan tol tersebut.
"Susah juga ya tiap hari kan lewat tol Kebun Nanas (Tangerang) masa mesti masuk dari pintu tol lain yang lebih jauh jaraknya," ujar Arief yang merupakan warga Cikokol, Kota Tangerang.
Pengguna jasa tol lainnya, Riyan Kurniawan, 28, mengaku setuju dengan penerapan ganjil-genap tersebut. Namun, ia menambahkan pemerintah harus lebih serius lagi mengenai penerapannya.
"Silahkan saja diatur kalau memang bisa ngatasin macet. Tapi jangan bercanda, jangan cuma main-main, harus serius penerapannya," imbuh pria berusia 28 tahun ini.
Menurut Ketua Komisi IV Bidang Transportasi DPRD Kota Tangerang Turidi Susanto, kebijakan pemerintah yang telah diambil tersebut malah membuat warga Kota Tangerang kesulitan mengakses perjalanan menuju Jakarta.
Seperti sistem ganjil genap, Ia mengatakan, kebijakan ini malah membuat kendaraan pribadi kian meningkat.
"Saya kira program ganjil genap diberlakukan ini baik juga, tapi tidak terlalu berpengaruh secara menyeluruh karena persoalan utamanya bukan ruas jalan, tapi persoalan utamanya adalah pertumbuhan kendaran roda 4 dan 2 sangat tinggi, bisa dibayangkan sekarang ini banyak mobil murah dan DP murah, sehingga pertumbuhan ruas jalan dengan pertumbuhan kendaran terbalik 2 % berbanding 98 %, nah ini yang perlu dikaji kaitan kebijakan pemilikan kendaran," paparnya.
Turidi menambahkan, pemerintah harus meningkatkan transportasi pengangkut massal, bukan malah dikurangi.
"Yang perlu ditingkatkan adalah transportasi pengangkut massal, saya sangat menyanyangkan apabila rute Tangerang - Duri dikurangi, kereta salah satu bagian solusi penangan kemacetan apabila dikurangi dapat merugikan warga Kota Tangerang yang hendak ke Jakarta," tuturnya.(RAZ/HRU)
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGPemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memastikan pelayanan publik berbasis digital tetap berjalan lancar. Pemkot juga menjamin seluruh data pribadi masyarakat berada dalam kondisi aman
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang profesional dan responsif.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews