Connect With Us

95 Persen Warga Kedaung Ketergantungan Dengan Sampah

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 3 Januari 2019 | 19:00

Para pemulung mencari barang-barang yang bisa dijual kembali di timbunan sampah Tempat Pembuatan Akhir (TPA) Rawa Kucing, Kota Tangerang. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com-Sebuah beko di kaki bukit sampah. Lengan seroknya merasuk ke timbunan sampah, lalu mengangkat timbunan itu dalam satu serokan, kemudian membuangnya ke arah lain. Para pemulung lekas menghampiri buangan sampah itu, mencari-cari sampah yang bernilai ekonomis.

Begitulah pemandangan keseharian di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing, Jalan Iskandar Muda, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

Kepala UPT TPA Rawa Kucing Diding Sudirman mengatakan, TPA ini menjadi salah satu ladang yang bisa menghidupi kebutuhan ekonomi warga setempat. Hampir seluruh warga Kedaung, yang bermukim di sekitaran TPA tersebut pun ketergantungan dengan sampah.

Menurutnya, para pemulung yang beraktivitas di TPA tersebut setiap harinya berjumlah 400 orang. Dari ratusan pemulung ini, 95 persen di antaranya warga setempat.

"Di sini ada 400 pemulung yang mencari rezeki. 95 persennya warga sini, warga Kedaung," ujar Diding, Kamis (3/1/2019).

Aktifitas para pemulung itu mencari barang-barang yang bisa dijual di timbunan sampah TPA Rawa Kucing hanya bermodalkan karung dan gancu serta semangat mengais rezeki.

Sampah-sampah perkotaan yang diangkut petugas kebersihan, kemudian dibawa ke TPA dan ditumpahkan menjadi timbunan, langsung dipilah-pilah oleh para pemulung itu.

Asman, 48, satu di antara para pemulung asal Kedaung mengaku pekerjaan yang digelutinya ini sudah berlangsung selama belasan tahun. Ia dapat menghidupi keluarganya lewat sampah-sampah bekas.

"Sudah lumayan lama saya mulung. Enakkan begini, nyari duit deket, anak-anak bisa makan, bisa sekolah," imbuhnya.

Penghasilan ia perharinya sebagai pemulung di TPA mencapai Rp 100 ribu. Uang ini hasil dari penjualan sampah plastik, botol dan kaleng yang dikumpulkan mereka setiap harinya.

"Alhamdulillah TPA mata pencaharian bagi kami yang tiap hari dapat hasil Rp100 ribu," ungkapnya.(MRI/RGI)

KOTA TANGERANG
600 Warga Binaan Lapas Kelas I Tangerang Jalani Cek Kesehatan Gratis dan Skrining TB

600 Warga Binaan Lapas Kelas I Tangerang Jalani Cek Kesehatan Gratis dan Skrining TB

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:53

Pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Skrining Tuberkulosis (TB) di Lapas Kelas I Tangerang yang berlangsung selama 28-30 Juli 2026, diikuti sebanyak 600 warga binaan.

TEKNO
AI dan Medsos Picu Trafik Situs Berita Anjlok hingga 70 Persen

AI dan Medsos Picu Trafik Situs Berita Anjlok hingga 70 Persen

Selasa, 28 Juli 2026 | 19:15

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) dan pergeseran pola konsumsi informasi ke media sosial (medsos) menjadi tantangan berat bagi industri media digital global maupun nasional.

KAB. TANGERANG
Tinjau Pabrik Motor Listrik di Tangerang, Wapres Gibran Tegaskan Kurikulum Harus Nyambung dengan Industri EV

Tinjau Pabrik Motor Listrik di Tangerang, Wapres Gibran Tegaskan Kurikulum Harus Nyambung dengan Industri EV

Kamis, 30 Juli 2026 | 22:31

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menegaskan pentingnya memperkuat keterkaitan (link and match) antara dunia pendidikan dan industri, guna mencetak sumber daya manusia (SDM) yang adaptif terhadap teknologi masa depan.

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill