AI Helita Tangsel Respon Keluhan Warga Hanya dalam 49 Milidetik, Sudah Terima 4 Ribu Pesan
Kamis, 14 Mei 2026 | 10:06
Helita, asisten digital berbasis Artificial Intelligence (AI) milik Pemkot Tangsel, langsung menjadi primadona baru sejak dirilis.
TANGERANGNEWS.com-Manajemen Rumah Sakit Kusta (RSK) Sitanala membantah jika pihaknya mendisorientasikan pelayanan kepada pasien kusta.
Rumah sakit plat merah yang terletak di Jalan Dr Sitanala, Neglasari, Kota Tangerang tersebut mengklaim bahwa tidak membeda-bedakan dalam memberikan pelayanan kepada pasien umum maupun pasien kusta.
Kepala Instalasi Humas RSK Sitanala Nurlaela mengatakan, pihaknya hanya mengimplementasikan peraturan-peraturan yang berlaku baik dari kebijakan rumah sakit maupun kebijakan BPJS.
"Kami selalu memberikan pelayanan kepada pasien penderita kusta dan pasien umum tanpa pernah membeda-bedakan. Semuanya tetap menjadi prioritas," ujarnya kepada TangerangNews di RSK Sitanala, Jumat (29/3/2019).
Diketahui, beberapa pasien rumah sakit tersebut mendatangi DPRD Kota Tangerang, Kamis (28/3/2019). Mereka mengeluhkan pelayanan RSK Sitanala yang dituding telah menelantarkan pasien.
Nurlaela juga membenarkan jika para penderita kusta yang mengeluh kepada DPRD Kota Tangerang merupakan pasien RSK Sitanala.
Menurutnya, para penderita kusta tersebut merupakan pasien BPJS yang menjalani perawatan di RSK Sitanala beberapa waktu terakhir.
"Betul, mereka pasien BPJS semua. Keluhan mereka sudah kami serap bahwa mereka menemui kami pada 4 Desember 2018," ucapnya.
Kata dia, untuk pelayanan pengguna BPJS harus berjenjang, karena pasien meski ada rujukan dari rumah sakit tipe C, kemudian tipe B hingga tipe A.
"Rumah sakit Sitanala ini tipe A. Jadi BPJS kan punya aturan tersendiri, dan kita hanya mengikuti aturan itu," jelas personel humas yang akrab disapa Ela.
Ela juga menambahkan jika pihaknya dituding menelantarkan pasien penderita kusta. Menurutnya, ada indikasi bahwa mantan pasien RSK Sitanala tersebut belum memahami regulasi BPJS mengenai penanganan operasi.
"Biasanya kan tiga hari keluar dulu lalu masuk lagi kan gitu aturan BPJS. Mereka itu hanya menuntut ingin seperti dulu, berobat masuk sini gratis. Kita juga kan tidak ada obat kusta karena obat kusta sekarang adanya di Puskesmas," katanya.
Ela menambahkan, RSK Sitanala membuka pelayanan umum sejak tahun 2010 dan tetap melayani pelayanan poli kusta. Kata dia, pelayanan yang diberikan rumah sakit tersebut tak membeda-bedakan pasien umum maupun kusta.
"Intinya kami tetap melayani tanpa dibeda-bedakan," tukasnya.(MRI/RGI)
Helita, asisten digital berbasis Artificial Intelligence (AI) milik Pemkot Tangsel, langsung menjadi primadona baru sejak dirilis.
TODAY TAGPenggunaan pembayaran digital di Provinsi Banten terus melonjak sepanjang awal 2026. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat nilai transaksi menggunakan QRIS mencapai lebih dari Rp34 triliun.
Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews