Jadi Pemasok ke NTT, Warga Aceh Ditangkap di Tangerang Simpan 42 Ribu Butir Narkoba dan Obat Keras
Senin, 18 Mei 2026 | 21:15
Direktorat Reserse Narkoba Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menggulung jaringan pengedar psikotropika lintas pulau.
TANGERANGNEWS.com-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangerang tengah berupaya mengendalikan tingginya harga cabai.
Setelah berkoordinasi dengan Disperindag Provinsi Banten, Disperindag Kota Tangerang pun akan bertolak ke Lampung untuk berupaya mendapatkan pasokan cabai.
Menurut Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Tangerang Endang Purwaningsih, harga cabai di Lampung perkilogram-nya masih diangka Rp24 ribu.
"Kami akan ke Lampung untuk bekerjasama dalam rangka pasokan cabai demi mengendalikan harga cabai," ujarnya kepada TangerangNews di gedung Cisadane, Kota Tangerang, Kamis (11/7/2019).
Endang menuturkan sejauh ini pasokan cabai yang dijual di pasar-pasar Kota Tangerang berasal dari pertanian Cianjur, Jawa Barat. Kata Endang, harga cabai di Cianjur masih tinggi.
Baca Juga :
"Yang dari Cianjur sekarang harganya masih tinggi dengan rata-rata Rp60 ribu per kilogram-nya," tuturnya.
Sebelumnya, harga cabai di Kota Tangerang dikabarkan tengah naik. Direktur Utama Perusahaan Daerah Pasar Kota Tangerang Titien Mulyati mengatakan harga cabai merah keriting saat ini Rp60 ribu per kilogram-nya.
Untuk cabai merah besar Rp70 ribu per kilogram. Sementara cabai rawit merah Rp63 ribu per kilogram dan cabai rawit hijau Rp70 ribu per kilogram.
"Per 3 Juni 2019, harga cabai rata-rata Rp30 ribu. Kemudian naik jadi Rp40 ribu. Terus naik seperti harga sekarang ini," ucapnya, Rabu (10/7/2019).(RAZ/HRU)
Direktorat Reserse Narkoba Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menggulung jaringan pengedar psikotropika lintas pulau.
TODAY TAGPelatih Carlos Pena mengakui Persita Tangerang sedang menghadapi masalah serius di lini depan setelah kekalahan telak 0-3 dari Persijap Jepara pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/26 di Banten International Stadium.
Penggunaan pembayaran digital di Provinsi Banten terus melonjak sepanjang awal 2026. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat nilai transaksi menggunakan QRIS mencapai lebih dari Rp34 triliun.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews