Connect With Us

Air Sungai Cisadane Surut, Lahan Pertanian di Tangerang Kekeringan

Achmad Irfan Fauzi | Jumat, 26 Juli 2019 | 17:27

Kepala Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Bambang Hidayat saat diwawancarai awk media. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com — Debit air Sungai Cisadane surut akibat musim kemarau. Kondisi ini berdampak pada terjadinya kekeringan lahan pertanian di sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang.

Kepala Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Bambang Hidayat mengatakan, debit air di Sungai Cisadane mengalami penurunan hingga 1,2 meter kubik dari kondisi normal.

"Sudah ada lima desa di Kabupaten Tangerang yang pertaniannya kekeringan," ujarnya kepada wartawan, Jumat (26/7/2019).

BACA JUGA:

Lima desa yang pertaniannya kekeringan itu berada di Desa Kedung Dalem dengan luas 90 hekate, Desa Tegal Kunir Kidul seluas 280 hektare, Desa Tegal Kunir Lor seluas 210 hektare, Desa Banyu Asin seluas 58 hektare, Desa Marga Mulya seluas 62 hektare.

Selain itu, satu desa lainnya juga terancam hal serupa, yaitu Desa Gempol Sari. Seluruhnya desa tersebut terletak di Kabupaten Tangerang.

Sementara Kota Tangerang, Bambang menyatakan aman dari kekeringan. "Kondisi kekeringan ini lebih parah dari tahun kemarin. Karena tahun ini musim kemarau lebih panjang," ucap Bambang.

Meskipun begitu, kondisi tersebut belum berdampak pada distribusi air baku kepada masyarakat melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Bambang menambahkan, kondisi kekeringan karena musim kemarau ini diprediksi terjadi hingga September.

 

Untuk itu, pihaknya telah melakukan antisipasi. Langkah yang diambil adalah irigasi yang kekeringan akan dibantu dengan operasional pompa air.

"Kalau pompa sudah tidak bisa juga, terpaksa kami bangun sumur dalam air tanah," pungkasnya.(MRI/RGI)

TEKNO
Buruan Daftar, Program NextDev ke-12 Cari Inovasi AI Solusi Isu Sosial dan Lingkungan

Buruan Daftar, Program NextDev ke-12 Cari Inovasi AI Solusi Isu Sosial dan Lingkungan

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:38

Di tengah tantangan penurunan pendanaan perusahaan rintisan (startup) di Indonesia yang tercatat merosot hingga 94,8 persen sepanjang rentang 2021–2025, Telkomsel kembali menghadirkan angin segar bagi para pengembang teknologi nasional.

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill