Connect With Us

Masyarakat Tangerang Deklarasi Stop Melawan Arus

Achmad Irfan Fauzi | Rabu, 4 September 2019 | 19:44

Masyarakat Kota Tangerang mendeklarasikan stop melawan arus lalu lintas, di Taman Gajah Tunggal, Cikokol, Kota Tangerang, Rabu (4/9/2019). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com—Masyarakat Kota Tangerang mendeklarasikan stop melawan arus lalu lintas. Pasalnya, bahaya melawan arus lalu lintas sangat fatal, bisa berakibat kecelakaan yang merenggut nyawa.

Deklarasi yang diinisiasi Satlantas Polres Metro Tangerang Kota ini berlangsung di Taman Gajah Tunggal, Cikokol, Kota Tangerang, Rabu (4/9/2019).

Turut hadir dalam deklarasi tersebut Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Abdul Karim, Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin, Dandim 0506/Tgr Letkol Inf Wisnu Kurniawan, dan Kepala Jasa Raharja Cabang Tangerang Darwin Sinaga.

BACA JUGA:

Para pimpinan Forkopimda tersebut bersama-sama mendeklarasikan anti melawan arus lalu lintas dengan ratusan masyarakat Kota Tangerang.

Secara simbolis, deklarasi ditandai dengan pelepasan balon-balon yang bertuliskan "Anti Lawan Arus" sebagai penanda masyarakat akan tertib berlalu lintas dengan tidak melawan arus.

Penampilan tarian Reog Ponorogo turut mewarnai acara deklarasi keselamatan dalam berkendara tersebut.

"Kami ingin mengajak masyarakat berpartisipasi untuk mendukung dan menyukseskan operasi Patuh Jaya dengan meminimalisir pelanggaran lalu lintas," ujar Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Abdul Karim.

Operasi Patuh Jaya 2019 yang digelar dalam rangka menindak para pengendara yang melanggar peraturan lalu lintas sedang berlangsung. 

Abdul mengatakan, Polri tidak mungkin bekerja sendiri untuk menertibkan masyarakat agar taat berlalu lintas. Sehingga, perlu adanya peran serta masyarakat dalam menyadarkan para pelanggar lalu lintas khususnya yang kerap melawan arus. 

"Tidak mungkin kita menertibkan sendiri. Sehingga harapan kita di wilayah Kota Tangerang ini tertib lalu lintas," ucapnya.

Abdul menyebut, saat ini masih banyak pengendara yang melintas di jalur-jalur Kota Tangerang dengan melawan arus.

"Saya perhatikan di Kota Tangerang luar biasa melawan arusnya. Berdasarkan identifikasi kita dari 11 Polsek di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota hampir semua titik terdapat kerawanan arus," ungkapnya.

Kasat Lantas Polres Metro Tangerang Kota AKBP Juang Andi menambahkan, pelanggar lalu lintas karena melawan arus angkanya cukup tinggi.

Dalam sehari menggelar Operasi Patuh Jaya, kata Juang, pihaknya menindak hampir mencapai 1.020 pelanggar lalu lintas.

"Dari jumlah itu, kami rata-rata separuhnya pelanggar yang melawan arus," katanya.

Padahal, menurut Wakil Wali Kota Tangerang Sacrudin, fasilitas rambu-rambu lalu lintas sudah terpasang di seluruh sudut Kota Tangerang demi pengendara tertib berkendara.

"Fasilitas sudah terpasang. Peraturan-peraturan juga dibuat untuk masyarakat agar hidupnya teratur. Sehingga tidak ada kerugian yang dianggap sepele karena tindakan melawan arus berakibat fatal," ucapnya.(MRI/RGI)

TOKOH
Innalillahi, Istri Pesulap Merah Marcel Radhival Meninggal Dunia

Innalillahi, Istri Pesulap Merah Marcel Radhival Meninggal Dunia

Selasa, 27 Januari 2026 | 15:05

Kabar duka datang dari pesulap Marcel Radhival atau yang lebih dikenal publik sebagai Pesulap Merah. Istri tercintanya, Tika Mega Lestari, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa, 27 Januari 2026, dini hari.

SPORT
Gagal Rebut Poin Penuh dari Bhayangkara FC, Persita Alihkan Fokus ke Persija  

Gagal Rebut Poin Penuh dari Bhayangkara FC, Persita Alihkan Fokus ke Persija  

Rabu, 28 Januari 2026 | 12:44

Persita Tangerang langsung mengalihkan fokus ke laga berikutnya setelah bermain imbang 1-1 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC.

HIBURAN
Jalan di Karawaci Tangerang Ditutup untuk Syuting Film Lisa Blackpink, Ini Alternatifnya

Jalan di Karawaci Tangerang Ditutup untuk Syuting Film Lisa Blackpink, Ini Alternatifnya

Rabu, 28 Januari 2026 | 21:32

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bersama Satlantas Polres Metro Tangerang Kota akan memberlakukan rekayasa lalu lintas dan penutupan jalan sementara di ruas Jalan K.S Tubun Karawaci, mulai 28-31 Januari 2026.

KAB. TANGERANG
890 Rumah di Kronjo Masih Terendam Banjir, Warga Desak Normalisasi dan Pembangunan Tanggul Sungai

890 Rumah di Kronjo Masih Terendam Banjir, Warga Desak Normalisasi dan Pembangunan Tanggul Sungai

Rabu, 28 Januari 2026 | 21:15

Sebanyak 890 rumah di Desa Cirumpak, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, masih terendam banjir yang diakibatkan luapan Sungai Cimanceuri dan Cipasilian hingga saat ini, Rabu 28 Januari 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill