Connect With Us

Kerap Melanggar, Satlantas Polresta Tangerang Sosialisasi Operasi Patuh Kalimaya ke Pelajar

Maya Sahurina | Senin, 2 September 2019 | 16:06

Kegiatan Upacara di SMAN 18 Kabupaten Tangerang yang dipimpin oleh KBO Satlantas Polresta Tangerang Iptu I Made Artana, Senin (2/9/2019). (@TangerangNews / Maya Sahurina)

TANGERANGNEWS.com-Ratusan pelajar SMAN 18 Kabupaten Tangerang diharapkan menjadi pelopor budaya tertib berlalu lintas. Mereka pun dibekali pengetahuan berlalu lintas oleh Satuan Lalulintas (Satlantas) Polresta Tangerang, Senin (2/9/2019).

Kegiatan itu sekaligus sosialisasi Operasi Patuh Kalimaya 2019 kepada kaum milenial yang akan berlangsung hingga 11 September mendatang di wilayah hukum Polresta Tangerang.

KBO Satlantas Polresta Tangerang Iptu I Made Artana mengatakan, sosialisasi itu bertujuan untuk menanamkan pemahaman kepada pelajar agar menjadi pengguna jalan yang baik.

BACA JUGA:

"Budaya tertib berlalu lintas menjadi kebutuhan sekaligus kewajiban semua pengguna jalan. Budaya ini harus kita bangun bersama-sama, tak terkecuali pelajar," ungkap Iptu Made.

Lanjutnya, kegiatan itu sengaja menyasar kelompok usia milenial itu. Sebab, kata Made, berdasarkan data Satlantas Polresta Tangerang, tingkat pelanggaran lalulintas yang terjadi di wilayah hukum Polresta Tangerang masih didominasi oleh pengendara roda dua.

Berdasarkan data itu, kata Made, sebagian besar pelanggar lalulintas tersebut adalah kelompok usia remaja.

"Pelanggaran yang biasa terjadi yaitu tidak menggunakan helm, melawan arus dan belum cukup umur untuk menjadi pengendara bermotor. Melalui kegiatan ini, kami sampaikan dampak dari pelanggaran lalulintas itu yang bisa membahayakan diri sendiri, juga pengguna jalan lain," katanya.

Setelah sosialisasi itu, sekitar 600 pelajar itu juga diharapkan menyampaikan kembali pengetahan yang didapatkan kepada teman, saudara dan keluarga. Sehingga, dengan pengetahuan yang telah didapatkan, mereka diharapkan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.

"Kami menanamkan bahwa keselamatan itu kebutuhan, sebab tak sedikit korban kecelakaan lalulintas adalah remaja. Kecelakaan itu terjadi karena diawali pelanggaran," imbuhnya.

Ditambahkan Kasat Lantas Polresta Tangerang Kompol I Ketut Widiarta, sosialisasi tertib berlalu lintas ini menjadi salah satu program yang dinilainya penting untuk menekan jumlah pelanggaran dan kecelakaan lalulintas.

"Melalui sosialisasi ini kami harapkan juga terbangun komunikasi antara kami dengan semua stakeholder terkait, salah satunya pelajar. Program Police Goes to School ini akan menjadi agenda rutin kami," ujar Kompol Ketut.

Senada, ia juga berharap, melalui sosialisasi itu, budaya tertib berlalu lintas meningkat, dan kecelakaan lalu lintas dapat ditekan semaksimal mungkin.

"Dengan dibekali pengetahuan, kami harapkan mulai terbangun mental dengan karakter patuh dan taat pada ketentuan berlalu lintas. Sebab remaja adalah segmen usia yang sangat penting kami bekali pengetahuan sebelum mereka berhak mendapatkan Surat Izin Mengemudi," pungkasnya.(MRI/RGI)

TEKNO
kUotamasya by.U: Beli Kuota, Buka Peluang Trip Hemat ke Destinasi Impian

kUotamasya by.U: Beli Kuota, Buka Peluang Trip Hemat ke Destinasi Impian

Jumat, 31 Juli 2026 | 07:05

Paket internet sekarang tidak cuma soal jumlah gigabyte. Lewat kUotamasya by.U, kamu bisa mendapatkan kuota sekaligus mendapatkan kesempatan untuk mengikuti perjalanan dengan harga spesial.

NASIONAL
Menaker Tegaskan AI Bukan Penyebab Utama PHK

Menaker Tegaskan AI Bukan Penyebab Utama PHK

Selasa, 28 Juli 2026 | 20:15

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence /AI) kerap dianggap sebagai ancaman hilangnya lapangan pekerjaan.

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill