Solusi Nikah Praktis, Ruang Mula di Tangerang Tawarkan Paket Intimate Wedding Mulai Rp40 Jutaan
Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:38
Industri pernikahan di Kota Tangerang kembali diramaikan dengan hadirnya venue pernikahan anyar.
TANGERANGNEWS.com—Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menyambut baik usulan program beasiswa pendidikan jenjang strata satu dan pascasarjana bagi pemuda.
Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah mengatakan, pihaknya menyambut baik wacana tersebut serta mulai merancang fasilitas beasiswa bagi kesejahteraan pemuda.
"Kita wacanakan," jelas Arief kepada TangerangNews selepas deklarasi 1.000 Kampung Pemuda di GOR Tangerang, Senin (28/10/2019).
Namun, Arief tak menjelaskan lebih jauh ihwal wacana ini. Arief menyebut, pihaknya masih melakukan kajian sumber anggarannya.
"Tapi kita lihat dan kita kan belum tahu struktur APBD, konkretnya bagaimana. Kita masih tunggu," ungkapnya.
Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo mengatakan, pemuda harus diberdayakan. Ia menginginkan, pemerintah daerah memiliki program fasilitas beasiswa jenjang sarjana bagi pemuda.
BACA JUGA:
"Saya sampaikan mudah-mudahan lima tahun ke depan ada perhatian dari Pemda tentang program beasiswa S1 dan S2," ujarnya dalam momentum peringatan 91 tahun Hari Sumpah Pemuda di Kota Tangerang, Senin (28/10/2019).
Menurut Gatot, selama ini program beasiswa hanya menyasar jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas. Juga program beasiswa pendidikan tinggi hanya diberikan bagi aparatur sipil negara.
Gatot menyebut, pemuda sebagai masyarakat Indonesia yang kerap disebut-sebut sebagai agen perubahan pun harus menerima beasiswa jenjang sarjana. Apalagi bagi pemuda yang berprestasi.
"Program beasiswa bagi pemuda ini sudah menjadi bahan diskusi kami. Saya sudah diskusikan juga dengan sejumlah dosen di Tangerang. Mereka support," tuturnya.(MRI/RGI)
Industri pernikahan di Kota Tangerang kembali diramaikan dengan hadirnya venue pernikahan anyar.
TODAY TAGMenteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyinggung penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik yang dinilainya masih kalah dominan dibandingkan bahasa Inggris.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memutusakan untuk menunda proses relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di badan Jalan Kiasnawi dan Jalan Ahmad Yani.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews