Connect With Us

DPRD Dorong Pemuda Kota Tangerang Dapat Beasiswa Sarjana

Achmad Irfan Fauzi | Senin, 28 Oktober 2019 | 13:27

Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

 

TANGERANGNEWS.com—DPRD Kota Tangerang mendorong adanya program beasiswa pendidikan jenjang strata satu hingga pascasarjana bagi pemuda.

Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo mengatakan, para pemuda harus diberdayakan. Untuk itu, ia menginginkan pemerintah daerah memiliki program bagi kesejahteraan pemuda. Salah satunya lewat program fasilitas beasiswa.

"Saya sampaikan mudah-mudahan lima tahun ke depan ada perhatian dari pemda tentang program beasiswa S1 dan S2," ujarnya dalam momentum peringatan 91 tahun Hari Sumpah Pemuda di Kota Tangerang, Senin (28/10/2019).

Menurut Gatot, selama ini program beasiswa hanya menyasar jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Juga program beasiswa pendidikan tinggi hanya diberikan bagi aparatur sipil negara.

Baca Juga :

 

Gatot menyebut, pemuda sebagai masyarakat Indonesia yang kerap disebut-sebut sebagai agen perubahan pun, harus menerima beasiswa jenjang sarjana. Apalagi bagi pemuda yang berprestasi.

"Program beasiswa bagi pemuda ini sudah menjadi bahan diskusi kami. Saya sudah diskusikan juga dengan sejumlah dosen di Tangerang. Mereka support," jelasnya.

Gatot juga berpesan kepada para pemuda untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional maupun daerah demi kemajuan bersama.

"Pemuda harus percaya diri, bahwa memang berhak terlibat aktif," pungkas Gatot.(RAZ/HRU)

BISNIS
Catat Pendapatan Rp30,9 Triliun, Bank Danamon Naik ke Peringkat 44 Daftar Fortune Indonesia 100

Catat Pendapatan Rp30,9 Triliun, Bank Danamon Naik ke Peringkat 44 Daftar Fortune Indonesia 100

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:16

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) berhasil naik peringkat dalam jajaran 100 perusahaan terbesar di Indonesia versi Fortune Indonesia 100 Tahun 2026.

OPINI
Membaca APBN dari Tubuh Perempuan

Membaca APBN dari Tubuh Perempuan

Senin, 2 November 2026 | 17:31

Perdebatan mengenai pajak pembalut sesungguhnya bukan sekadar persoalan berapa rupiah yang harus dibayarkan perempuan ketika membeli kebutuhan menstruasi. Di balik transaksi kecil di pasar dan toko kelontong itu tersimpan persoalan besar

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill