Connect With Us

Resedivis Pengedar 15 Kg Sabu di Tangerang Jaringan Lapas

Achmad Irfan Fauzi | Rabu, 12 Februari 2020 | 18:09

Tersangka NK, 49, pengedar sabu 15 kg saat polisi menggelar jumpa pers di Mapolres Metro Tangerang Kota, Rabu (12/2/2020). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com—Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Sugeng Hariyanto mengungkapkan resedivis berinisial NK, 49, yang ditangkap dalam kasus peredaran sabu melibatkan jaringan lapas.

Menurut dia, polisi telah memeriksa jaringan lapas tersebut. Namun, ia enggan mengungkap nama lapas di Jakarta tersebut.

"Ada kaitannya dengan lapas yang ada di Jakarta," ungkapnya dalam jumpa pers di Mapolres Metro Tangerang Kota, Rabu (12/2/2020).

Sugeng menyebut berdasarkan pengakuan tersangka NK menerima 15 kilogram sabu ini dari seseorang di Jakarta. Seorang pria tersebut diduga berinisial KP yang kini masuk dalam daftar pencarian orang.

"Jadi, dia (tersangka) beroperasinya (mengedarkan sabu) di Tangerang," katanya.

Sementara tersangka NK menyebut bahwa sebelum ditangkap ia mengedarkan sabu-sabu ini di Tangerang dalam kurun dua bulan terakhir atau setelah bebas dari penjara.

"Induk dari dalam (lapas). Jualnya di Tangerang," ungkapnya.

Sebelumnya, NK ditangkap polisi saat hendak bertransaksi di kawasan Tanah Tinggi, Kota Tangerang pada Minggu (9/2/2020) dinihari. Dari tangan tersangka, polisi menyita 5 gram sabu.

Lalu, polisi mengembangkan kasus ini dengan menggeledah rumah kontrakan tersangka di kawasan Panongan, Kabupaten Tangerang. Di rumah ini, polisi menemukan sebuah tas yang berisikan 15 kilogram sabu yang dikemas dalam beberapa kemasan teh. (RAZ/RAC)

TEKNO
Saldo Tiba-tiba Habis? Kenali Penipuan Modus Wallet Drainer dan Cara Pencegahannya

Saldo Tiba-tiba Habis? Kenali Penipuan Modus Wallet Drainer dan Cara Pencegahannya

Selasa, 20 Januari 2026 | 16:13

Kasus saldo kripto yang mendadak terkuras tanpa disadari semakin sering terjadi. Salah satu penyebab yang kini banyak digunakan penipu adalah wallet drainer, alat berbahaya yang mampu menguras aset kripto hanya lewat satu persetujuan transaksi.

PROPERTI
Ini Alasan Gading Serpong Berkembang Pesat Jadi Pusat Bisnis Baru di Tangerang Raya

Ini Alasan Gading Serpong Berkembang Pesat Jadi Pusat Bisnis Baru di Tangerang Raya

Jumat, 9 Januari 2026 | 18:47

Kawasan Paramount Gading Serpong tidak hanya dikembangkan sebagai kawasan hunian, wilayah ini dirancang dengan konsep terpadu yang mencakup area komersial, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga ruang publik penunjang aktivitas masyarakat.

BISNIS
Pasar Tekstil Cipadu Tangerang Kian Sepi Pembeli, Pedagang Ngos-ngosan Bertahan

Pasar Tekstil Cipadu Tangerang Kian Sepi Pembeli, Pedagang Ngos-ngosan Bertahan

Rabu, 21 Januari 2026 | 09:35

Pasar Cipadu, Kota Tangerang yang dahulu dikenal sebagai sentra kain dan pakaian terbesar di wilayah Tangerang tampak semakin sepi, dengan banyak kios tutup dan arus pengunjung yang jauh berkurang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill