Connect With Us

Warga Gusuran Tol Bandara Bawa Keranda Mayat ke PN Tangerang

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 5 Maret 2020 | 12:42

Warga yang berdemonstrasi membawa keranda mayat dan membaca kitab Al-Quran di depan Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (5/3/2020). (TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com–Sejumlah warga Kampung Baru, Kecamatan Benda, Kota Tangerang menggeruduk gedung Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (5/3/2020).

Mereka berunjuk rasa sambil menggotong keranda mayat dan kitab Al-Quran.

Dalam aksinya pula, mereka bersalawat sambil menunggu hasil keputusan hakim dalam sidang perkara konsinyasi pembebasan lahan dalam proyek jalan Tol Serpong, Kunciran-Bandara Soekarno-Hatta.

Warga yang berdemonstrasi membawa keranda mayat dan membaca kitab Al-Quran di depan Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (5/3/2020).

Koordinator aksi, Saipul Bahri mengatakan unjuk rasa digelar karena warga terdampak pembangunan jalur cepat tersebut ingin meminta ganti untung atas lahannya. 

"Masih ada 27 KK yang belum mendapatkan haknya," ujarnya kepada TangerangNews. 

Menurutnya, tidak ada keadilan dalam pembebasan lahan untuk pembangunan tol tersebut. Ia menyebut, warga yang berdemonstrasi ini ingin lahannya dibayar setara dengan warga terdampak lainnya. 

"Tanah warga ini ditawar hanya Rp2,6 juta. Tapi sebagian orang yang justru memiliki lahan kosong di persawahan malah mendapat Rp10 juta kurang lebih per meternya. Ini jelas tidak adil," katanya. 

Ia menambahkan jika hasil keputusan pengadilan dalam sidang perkara konsinyasi tidak sesuai dengan harapan, warga akan mengajukan banding. 

"Kita tetap pertahankan, upaya banding. Pada dasarnya kita upaya juga meminta ke pemda harus hadir di sini," pungkasnya.(RAZ/HRU)

TANGSEL
Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:36

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperketat mitigasi banjir sekaligus kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit seiring meningkatnya intensitas hujan di wilayahnya.

OPINI
Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:29

Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill