Connect With Us

Demo Warga Terkena Gusuran Runway 3 Ricuh

Achmad Irfan Fauzi | Senin, 1 Juli 2019 | 19:51

Suasana aksi unjuk rasa warga Desa Rawa Rengas Kabupaten Tangerang di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Senin (1/7/2019). (TangerangNews/2019 / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com-Aksi unjuk rasa ratusan warga Desa Rawa Rengas, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang korban gusuran pembangunan landasan pacu ( runway 3) Bandara Soekarno-Hatta di depan Pengadilan Negeri (PN) Tangerang sempat ricuh, Senin (1/7/2019).

Kericuhan itu berawal saat mobil komando aksi dilintangkan di tengah jalan depan pengadilan. Arus lalu lintas pun tersendat. Polisi kemudian merangsek ke arah mobil dan berusaha merebut kunci kontak.

pn

Namun langkah petugas keamanan itu dicegah pendemo. Mereka tetap memaksa mobil itu dalam posisi melintang. Aksi saling dorong pun terjadi. Karena kalah jumlah, polisi akhirnya mengalah, petugas kemudian mengalihkan arus lalu lintas.

Suasana aksi unjuk rasa warga Desa Rawa Rengas Kabupaten Tangerang di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Senin (1/7/2019).

Kemudian warga merangsek ke halaman PN Tangerang. Aksi saling dorong kembali terjadi hingga pintu pagar pengadilan pun jebol.  

Menurut koordinator aksi, Wawan Setiawan, kedatangan mereka ke lokasi meminta pembatalan eksekusi lahan. Kata Wawan, warga menerima surat pengosongan lahan yang dikeluarkan  PN Tangerang.

Baca Juga :

Surat tersebut, diterima warga pada 20 Juni 2019. Warga diharuskan mengosongkan lahan mulai 1 sampai 9 Juli 2019.

"Biaya dari mana kami ini kalau pindah?" ujar Wawan kepada TangerangNews.

Suasana aksi unjuk rasa warga Desa Rawa Rengas Kabupaten Tangerang di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Senin (1/7/2019).

Warga juga, lanjutnya, datang ke lokasi untuk memenuhi undangan PN Tangerang. "Kami tidak mau mengabaikan, kami penuhi panggilan, tapi dengan syarat, pengklaim tanah kami harus hadir, jika tidak kami tidak mau," tegasnya.

Saat ini, ada 145 kepala keluarga (KK) dengan 715 jiwa dan 138 bangunan serta 63 bidang tanah di Desa Rawa Rengas yang mengalami sengketa.

"Kami hanya ingin ada penjelasan dan sekarang kami ingin mereka bagaimana mencari solusi. Sesungguhnya kami tidak membebankan semuanya ke pengadilan. Tapi ingin antara AP II, Pengadilan, BPN dan kami duduk bareng," ucapnya.

Hingga berita ini diturunkan, Pihak PN Tangerang belum bisa dikonfirmasi.

Diberitakan sebelumnya, PT Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandara Soetta sudah melakukan konsinyasi (menitipkan uang ganti rugi) di Pengadilan Negeri Tangerang sebesar Rp430,35 miliar dari total Rp3,35 triliun nilai ganti kerugian pembebasan tanah. 

Sejak 25 Januari 2019 telah dibebaskan 3.021 bidang tanah seluas 167,52 hektare, atau sesuai dengan kebutuhan proyek landasan pacu ketiga. Adapun dari tanah yang sudah dibebaskan itu, terdapat 209 bidang tanah seluas 309.542 meter persegi yang ditempati sekira 200 KK.(RMI/HRU)

PROPERTI
Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:18

Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.

TEKNO
Cek Loker hingga Harga Bahan Pokok Kini Bisa Lewat Aplikasi Tangsel One

Cek Loker hingga Harga Bahan Pokok Kini Bisa Lewat Aplikasi Tangsel One

Senin, 5 Oktober 2026 | 18:54

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

SPORT
Elkan Baggott Bangga Bawa Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Klaim Garuda Jadi Raja Asia Tenggara

Elkan Baggott Bangga Bawa Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Klaim Garuda Jadi Raja Asia Tenggara

Selasa, 6 Oktober 2026 | 07:36

Bek Timnas Indonesia Elkan Baggott mengaku sangat bangga setelah ikut mengantarkan skuad Garuda meraih gelar FIFA ASEAN Cup 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill