Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com–Sebagai garda terdepan dalam penanganan virus Corona, dokter dan perawat wanita memang tak bisa dikesampingan peranannya. Di Hari Kartini ini, mereka pun mendapatkan bunga dari Komunitas Taman Potret (Kotret) Tangerang, Selasa (21/4/2020).
Selain bunga, Kotret juga menyumbang alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis di RSUD Kota Tangerang.
Aksi tersebut pun membuat haru para dokter dan perawat. Sebab, sekaligus mereka pun mengenang jasa Raden Ajeng Kartini.

"Dengan aksi ini kami merasa terharu dan amat tersanjung. Kami juga diingatkan kembali jasa Kartini yang tercermin dari mereka tenaga medis kita," ujar Susi Hartati, Kasubag Umum RSUD Kota Tangerang.
Senada, Navila, perawat di RSUD Kota Tangerang tak bisa membendung air matanya kala melihat ada perhatian yang besar dari masyarakat terhadap mereka para Kartini masa kini yang berjuang melawan Corona di RSUD Kota Tangerang.
"Semoga dengan bantuan semangat ini, kita semua diberikan kesehatan dan keselamatan agar kita bisa kembali bertemu dan berkumpul dengan keluarga, serta semangat yang diwariskan Ibu Kartini bisa kita tauladani dengan menjaga dan merawat pasien dengan sebaik-baik," ungkapnya.

Ketua Kotret Adrianto mengaku aksi ini merupakan spontanitas yang dilakukan para fotografer dalam rangka menyambut Hari Kartini.
"Ini bentuk sumbangsih dan apreasi serta penghargaan kami kepada para dokter dan perawat wanita di RSUD Kota Tangerang ini," pungkasnya. (RMI/RAC)
TODAY TAGPotensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews