Connect With Us

Ditemukan, Ini Kendala Petugas Saat Pencarian Bocah Tenggelam di Periuk

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 14 Mei 2020 | 16:44

Tim SAR gabungan berhasil menemukan Bocah yang tenggelam di sungai Ledug, Periuk, Kota Tangerang dengan keadaan meninggal dunia. (TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com–Bocah tenggelam di sungai Ledug, Periuk, Kota Tangerang akhirnya ditemukan tim SAR gabungan pada Kamis (14/5/2020) pukul 09.30 WIB dalam keadaan meninggal dunia.

Setelah ditemukan, jasad bocah bernama Brandon, 9, pun kini telah diserahkan petugas ke keluarganya. Rumah duka berada di kampung Koang, Karawaci, Kota Tangerang.

"Jasadnya sudah kami serahkan kepada keluarga yang diterima saudara Deni," ujar Sahrial, Kepala UPT Periuk BPBD Kota Tangerang.

Tim SAR gabungan berhasil menemukan Bocah yang tenggelam di sungai Ledug, Periuk, Kota Tangerang dengan keadaan meninggal dunia.

Korban ditemukan pada radius 300 meter dari lokasi kejadian setelah dilakukan penyisiran oleh tim SAR gabungan. 

Ada sejumlah kendala yang dialami petugas dalam proses pencarian korban. Tingginya muka air sejajar dengan bantalan jembatan membuat petugas sulit melihat tanda-tanda adanya sosok korban.

Selain itu, pada kontruksi bawah jembatan seperti ada palung atau rongga sehingga sosok korban berputar di bawah jembatan atau dalam palung. 

"Kami sabar menunggu tinggi muka air surut atau merendah. Dengan demikian sosok jenazah bisa keluar dari kolong jembatan dan ditemukan," papar Sahrial. 

Sebelumnya, korban dilaporkan tenggelam pada Selasa (13/5/2020) sekitar pukul 09.00 WIB ketika sedang bermain bersama tiga temannya di pinggir Kali Ledug, Jembatan Alamanda, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. Korban terjatuh hingga akhirnya tenggelam. Kejadian yang mengenaskan tersebut sempat terekam kamera CCTV yang berada di pinggir kali tersebut.(RMI/HRU)

OPINI
Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:31

Kebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan tata kelola yang berulang setiap siklus musim kemarau di Indonesia. Keterlambatan respons mesin birokrasi pemerintah daerah maupun pusat tidak sekadar berakar pada persoalan anomali cuaca.

BANDARA
Erupsi Gunung Sinabung, Puluhan Penerbangan Rute Bandara Soetta - Kualanamu Terdampak

Erupsi Gunung Sinabung, Puluhan Penerbangan Rute Bandara Soetta - Kualanamu Terdampak

Rabu, 2 September 2026 | 13:41

Erupsi Gunung Sinabung di Sumatera Utara berdampak pada operasional penerbangan rute Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) - Bandara Internasional Kualanamu, maupun sebaliknya, Rabu 2 September 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill