Connect With Us

Sidang Tabrakan Maut Karawaci, Aurelia Akui Minum Miras

Achmad Irfan Fauzi | Rabu, 8 Juli 2020 | 20:06

Suasana ruang sidang Pengadilan Negeri Tangerang kembali menggelar sidang kecelakaan lalu lintas terdakwa Aurelia Margaretha yang mengenakan kemeja putih, Rabu (8/7/2020). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com–Sidang kasus kecelakaan maut Karawaci, Kota Tangerang yang menyebabkan Andre Njotohusodo, 50, dan anjing kesayanganya meninggal dunia memasuki babak akhir. Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Tangerang pada Rabu (8/7/2020) ini beragendakan pemeriksaan terdakwa Aurelia Margaretha, 26.

Mengenakan kemeja putih, Aurelia lebih banyak duduk di depan majelis hakim yang dipimpin Arif Budi Cahyono. Aurelia dicecar berbagai pertanyaan.

Meski mengaku mengalami gangguan kejiwaan bipolar, selama jalannya persidangan Aurelia bisa menjawab berbagai pertanyaan dengan tenang. 

Tak ada kesan emosi berlebihan saat menjawab pertanyaan. Awalnya Aurelia dicecar tentang kegiatannya sebelum kejadian kecelakaan di kawasan Karawaci.

Aurelia mengaku, ia makan siang bersama teman dekatnya, Raymond di sebuah restoran dan sempat berbelanja di minimarket. 

Di restoran itu dia makan masakan Korea dan minum-minuman beralkohol jenis Soju. Dia mengaku memesan 3 botol soju.

"Saya minum 3 gelas sloki. Ini sisa botol yang saya minum," kata Aurelia dalam sidang. 

Aurelia mengaku, minuman soju ini adalah tipe pertama yang ia minum meski sebelumnya pernah juga meminum minuman dengan kadar alkohol 19 persen ini.

Baca Juga :

"Saya ada persoalan makanya ajak Raymond bercerita. Persoalan ada finansial dan keluarga;" ucap Aurelia.

Setelah makan dan minum Soju serta sempat berbelanja, Aurelia pulang dengan menyetir mobil sendiri.

Aurelia mengaku, selama 10 menit perjalanan dari tempat belanja menuju rumah, dia dalam kondisi sadar.

Ketika mobilnya masuk ke area perumahan, dia sejatinya sempat melihat Andre sedang berjalan bersama anjingnya. Jaraknya sekitar 100 meter.

Namun saat itu mendadak handphone miliknya berbunyi tanda pemberitahuan atau notifikasi masuk. “Saya spontan melihat HP lalu tiba-tiba nabrak,” ungkap Aurelia.

Mendengar keterangan terdakwa hakim pun bertanya, “Berarti anda menyetir dengan kecepatan tinggi?”

“Saya memang biasanya nyetir dengan kecepatan lumayan tinggi,” jawab Aurelia.

"Saya akui saat itu saya ceroboh," imbuhnya lagi. 

"Kelalaian saudara dibayar mahal. Coba saudara yang jadi korban," timpal Hakim Arif Budi Cahyono.

Hakim Arif lantas menayakan soal apa yang ada dipikiran Aurelia sehingga mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi di area perumahan.

"Blank. Lagi kosong pikiran saya," kata Aurelia.

Aurelia berkelit, saat itu kesulitan melihat korban dan berpikir awalnya menabrak pohon. Bahkan, ia tak mengeluarkan klakson dan mengerem.

Aurelia juga menyangkal bahwa saat itu dia dalam kondisi mabuk. Namun di dalam BAP yang ditandatanganinya, Aurelia mangaku saat itu dalam keadaan mengantuk dan pusing.

Ditanya soal ketidakcocokan antara BAP dan keterangannya di pengadilan, Aurelia malah menyudutkan penyidik kepolisian. Saat itu dia mengaku diintimidasi. 

Namun hakim Arif tak percaya begitu saja. “Tapi ya sudah. Terdakwa memang memiliki hak ingkar,” kata hakim.

Hakim juga menyayangkan setelah kejadian Aurelia tidak langsung meminta maaf kepada keluarga korban yang langsung memintanya keluar dari mobil. 

Aurelia malah bertengkar dengan istri dan kerabat korban lainnya. Bahkan sempat adu fisik.

Jaksa Penuntut umum Haerdin mengatakan, dari keterangan Aurelia memperkuat hukuman terhadapnya."Kami siapkan tuntutannya," jelas Haerudin.

Agenda sidang selanjutnya adalah mendengarkan tuntutan yang disiapkan jaksa penuntut umum. (RMI/RAC)

BANTEN
Atasi Sampah Tangsel, Pemprov Banten Sebar Toren POC ke TPS3R

Atasi Sampah Tangsel, Pemprov Banten Sebar Toren POC ke TPS3R

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:11

Pemerintah Provinsi Banten turut membantu mengatasi sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dengan mulai mendistribusikan fasilitas Toren Pupuk Organik Cair (POC) dan sistem Biogas.

TOKOH
Innalillahi, Istri Pesulap Merah Marcel Radhival Meninggal Dunia

Innalillahi, Istri Pesulap Merah Marcel Radhival Meninggal Dunia

Selasa, 27 Januari 2026 | 15:05

Kabar duka datang dari pesulap Marcel Radhival atau yang lebih dikenal publik sebagai Pesulap Merah. Istri tercintanya, Tika Mega Lestari, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa, 27 Januari 2026, dini hari.

TANGSEL
Mediasi Gagal, Orang Tua Murid Keukeuh Lanjutkan Proses Hukum Guru di Tangsel

Mediasi Gagal, Orang Tua Murid Keukeuh Lanjutkan Proses Hukum Guru di Tangsel

Kamis, 29 Januari 2026 | 15:39

Upaya mediasi yang dilakukan Polres Tangerang Selatan (Tangsel) dalam kasus dugaan ucapan tidak menyenangkan oleh seorang guru SD berakhir gagal.

NASIONAL
BMKG Bantah Narasi OMC Jadi Bom Waktu Picu Cuaca Tak Stabil

BMKG Bantah Narasi OMC Jadi Bom Waktu Picu Cuaca Tak Stabil

Jumat, 30 Januari 2026 | 09:15

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah narasi yang beredar di media sosial terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang disebut-sebut dapat menjadi “bom waktu” dan memicu cuaca tidak stabil jika dilakukan secara terus-menerus.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill