Connect With Us

2.800 KK di Kota Tangerang Dapat Bansos Tak Terduga

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 13 Agustus 2020 | 12:00

Kegiatan bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah di warga Kecamatan Benda. (TangerangNews.com / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com–Pemerintah Kota Tangerang membagikan bantuan sosial (bansos) belanja tidak terduga (BTT) bagi 2.800 kepala keluarga (KK) yang terdampak COVID-19. Bantuan ini bersumber dari APBD Kota Tangerang tahun 2020.

"Bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga terdampak COVID-19, yang belum masuk dalam data penerima bantuan dari Provinsi, Kemensos, DTKS, BPNT, Jamsosratu dan PKH," ujar Hilman, Kabid Jaminan Perlindungan Sosial Dinas Sosial Kota Tangerang, Hilman, Kamis (13/8/2020).

Pemberian bantuan tersebut nantinya akan dilaksanakan selama tiga bulan ke depan secara bertahap, yakni pada Agustus, September, dan Oktober.

Para penerima Bansos BTT akan menerima bantuan sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan ke depan. "Dibagikannya secara bertahap setiap bulannya," jelas Hilman.

Untuk teknis penyalurannya,  pihaknya telah bekerjasama dengan BJB Banten untuk menyalurkan langsung kepada para KK yang berhak menerima di 13 kecamatan.

"Hari ini kita mulai kepada 379 KK di Neglasari dan 65 KK di Benda. Kita bagikan langsung dengan memperhatikan protokol kesehatan mengingat kondisi pandemi COVID-19 yang masih berlangsung," tuturnya.

Sementara itu, terkait persyaratan pengambilan bantuan, warga yang telah terdata penerima BTT diwajibkan untuk membawa KTP dan KK serta surat keterangan dari lurah.

Dalam bansos ini, penerima diwajibkan untuk membawa KTP, KK dan memakai masker. Nanti petugas yang selanjutnya mengarahkan di lokasi penyaluran bantuan.

"Untuk warga yang tidak bisa hadir bisa dikuasakan ke ahli warisnya dengan menyertakan surat kuasa dan surat keterangan dari kelurahan," pungkasnya.(RAZ/HRU)

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

HIBURAN
Peringati HAN 2026, Hotel Santika Indonesia Ajak 43 Anak Jadi General Manager Sehari

Peringati HAN 2026, Hotel Santika Indonesia Ajak 43 Anak Jadi General Manager Sehari

Rabu, 29 Juli 2026 | 16:10

Santika Indonesia Hotels & Resorts kembali menggelar program GM For A Day 2026 dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.

NASIONAL
Menaker Tegaskan AI Bukan Penyebab Utama PHK

Menaker Tegaskan AI Bukan Penyebab Utama PHK

Selasa, 28 Juli 2026 | 20:15

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence /AI) kerap dianggap sebagai ancaman hilangnya lapangan pekerjaan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill