Sering Terbangun Malam Hari untuk Kencing? Waspada Gejala Pembesaran Prostat
Jumat, 19 Juni 2026 | 19:18
Sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil kerap kali dianggap sepele dan dinilai sebagai bagian normal dari proses penuaan.
TANGERANGNEWS.com-Sedikitnya 13 peserta Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Tangerang terkonfirmasi positif COVID-19.
Meski diketahui terpapar Corona, belasan peserta tersebut tidak dinyatakan gugur dan tetap bisa mengikuti ujian.
Hal itu dikatakan Kepala Bidang Pengembangan Aparatur Badan Kepegawaian dan Pembangunan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangerang Rossana, Selasa (6/10/2020).
Menurutnya para peserta positif COVID-19 akan dijadwal ulang untuk ujian SKB. Nantinya merkeka akan ujian di ruangan khusus yang telah disediakan.
"Sebelum menjalankan tes juga akan dipantau kesehatannya oleh tim dokter," terangnya seperti dilansir dari Kompas.
Pemkot Tangerang rencananya menjadwalkan ujiab ulang tanggal 12 Oktober mendatang sambil menunggu mereka sembuh. "Semoga saat itu semua sudah sembuh," kata Rossa.
Selain yang terkonfirmasi COVID-19, ditemukan juga satu peserta yang memiliki suhu di atas 37,5 derajat celsius. Namun karena hasil rapid test non-reaktif, dia tetap diikutkan ujian pada Senin (5/10/2020) kemarin.
"Hanya saja tesnya di ruang terpisah dari peserta lain. Untuk memggantisipasi," tuturnya.
SKB CPNS Kota Tangerang diselenggarakan selama 4 hari mulai dari 5-8 Oktober 2020. Peserta dalam SKB berjumlah 956 orang dengan peserta asal Kota Tangerang berjumlah 859 orang, dan luar Kota Tangerang 100 orang.
Peserta tes itu akan memperebutkan 355 posisi di lingkungan Pemerintahan Kota Tangerang.(RAZ/HRU)
Sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil kerap kali dianggap sepele dan dinilai sebagai bagian normal dari proses penuaan.
TODAY TAGPemerintah Kabupaten (Tangerang) berencana mengadakan nonton bareng (Nobar) FIFA World Cup 2026 di 29 Kecamatan yang berada di wilayah tersebut.
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta (Soetta) berhasil mencegah keberangkatan tiga warga negara Indonesia (WNI) yang diduga hendak bekerja secara ilegal atau nonprosedural di Kamboja.
Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews