Ribuan Karyawan SPPG Geruduk Kantor Bupati Tangerang Tuntut MBG Dilanjutkan
Senin, 29 Juni 2026 | 14:42
Ribuan karyawan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) melakukan aksi demonstrasi di Kantor Bupati Tangerang, pada Senin 29 Juni 2026.
TANGERANGNEWS.com-Warga Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang sangat senang karena tempat tinggal mereka yang biasanya disebut sebagai zona hitam kriminal atau kampung bandit, kini disulap menjadi Kampung Pink.
Kampung Pink akan menjadi destinasi wisata baru di Kota Tangerang. Sebelum menjadi Kampung Pink, wilayah Tanah Tinggi terbilang zona hitam karena banyaknya kasus kriminalitas seperti peredaran narkoba dan tawuran.

Tetapi para bandit di kampung ini ingin mengubah dirinya menjadi lebih baik, hingga akhirnya perlahan kampung berubah. Kampung Pink meruupakan kepanjangan dari Paling Indah Nih Kampung.

"Awalnya mereka tidak setuju kok namanya Kampung Pink, mungkin identik dengan feminim, padahal pink mempunyai arti yang bermakna," ujar Ibnu Jandi, tokoh masyarakat setempat, Minggu (7/3/2021).

Jandi menambah, pink ini kan artinya lemah lembut dan baik hati. Walau mereka dari luar keliatan garang tapi hatinya Hello Kitty, seperti maskot kampung Kampung Pink ini.

“Pembuatan Kampung Pink bergerak sejak tanggal 17 September 2020, hingga saat ini masih tahap proses pengkerjaan,” jelasnya.

Gambar pada dinding di Kampung Pink memiliki pesan moral dan kearifan lokal. Terdapat 412 rumah dengan luas keseluruhan 12,5 hektar yang harus diwarnai oleh pemuda setempat dan seniman dari luar kota. (RAZ/RAC)
Ribuan karyawan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) melakukan aksi demonstrasi di Kantor Bupati Tangerang, pada Senin 29 Juni 2026.
TODAY TAGRibuan pengunjung dari berbagai daerah memadati Klenteng Koet Goan Bio (Mpeh Peh Cun) Karawaci, Kota Tangerang. Mereka hadir untuk menyaksikan langsung kemeriahan Festival Budaya Pertjon (Peh Cun), sebuah tradisi khas warga Cina Benteng
Jadwal Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 telah resmi dirilis.
Dugaan pencatutan foto anak demi membangun narasi gay parenting di media sosial memicu reaksi keras dari parlemen.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews