Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Menjelang Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah, harga jual hewan kurban di Kota Tangerang mengalami penurunan akibat pandemi virus corona.
Eko, salah satu penjual hewan kurban di Kelurahan Poris Gaga Baru, Kecamatan Batuceper mengaku, penghasilan bisnis jual hewan kurban saat ini berkurang.
Penyebabnya, daya beli masyarakat menurun akibat pandemi COVID-19.
“Jual hewan kurban sebelum adanya virus corona ini biasanya laku 13 ekor bahkan lebih per hari, tetapi sekarang laku sekitar empat ekor saja,” kata Eko, Sabtu 10 Juli 2021.
Eko mengatakan, mendekati hari raya Idul Adha ini, ia tidak berani menurunkan sapi untuk di jual. Padahal tahun sebelumnya ia bisa menurunkan sapi sampai 300 ekor.
Idul Adha merupakan waktu bagi umat muslim untuk saling berbagi kepada mereka yang tak mampu, melalui berkurban. Akan tetapi, karena pandemi ini terdampak. "Semua memang sedang terkena dampaknya," katanya.
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGKematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara blak-blakan menyoroti masih banyaknya perusahaan yang tidak melaporkan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) mereka kepada pemerintah daerah.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews