Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com-Menjelang Idhul Adha 1441 Hijriah, sudah banyak penjual hewan kurban yang mulai menggelar lapak-lapaknya di wilayah Kota Tangerang Selatan.
Untuk memastikan kesehatan hewan yang dijual oleh para pedagang tersebut, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tangerang Selatan akan menyiapkan puluhan dokter hewan. Hal itu guna memastikan kesehatan hewan yang akan dijual di tengah pandemi COVID-19 ini.
"Ada 54 dokter hewan swasta yang ikut kerjasama dengan kami. Itu nanti pada saat pemotongan hewan kurban," jelas Kepala Seksi Peternakan DKP3 Kota Tangsel Sandra Larasari, Kamis (23/7/2020).
Sejauh ini, DKP3 belum menemukan adanya hewan kurban yang kondisinya sakit tau tidak layak untuk dijual. "Selama ini enggak ada sakit parah pada hewan, cuma kelelahan saja. Mungkin saat dipindahkan dari kandang ke tempat penjualan," ungkapnya.
Pengecekan pun akan terus dilakukan hingga delapan hari mendatang, saat perayaan Idul Adha tahun 2020. Pengecekan akan dilakukan kepada seluruh lapak pedagang hewan kurban, meski tahun ini mengalami penurunan jumlah.
"Memang kami lihat lapak-lapak berkurang dibanding tahun lalu. Mungkin karena pembeliannya berkurang," pungkasnya. (RAZ/RAC)
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGPresiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.
PET KINGDOM kembali menggelar program CARE FOR PAW bertema “Kebaikan untuk Anabul” pada September hingga November 2026.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews