Dapur umum peduli COVID-19, didirikan di kantor Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. (@TangerangNews / Istimewa)
TANGERANGNEWS.com-Dapur umum peduli COVID-19, didirikan di kantor Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi warga yang tengah menjalani isolasi mandiri.
Sebanyak 500 paket boks makanan didistribusikan setiap harinya dimana bahan baku merupakan bantuan dari masyarakat, pelaku UMKM, TNI-Polri serta organisasi perangkat daerah Kota Tangerang.
Tampak belasan pegawai Kecamatan Pinang, Kota Tangerang bahu membahu untuk memasak bahan makanan di dapur umum peduli COVID-19.
Sebanyak 500 paket makanan yang terdiri dari nasi, sayuran serta lauk didistribusikan setiap harinya, dengan sasaran warga yang tengah menjalani isolasi mandiri.
Sementara, bahan baku makanan didapat dari hasil bantuan masyarakat. Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah saat mengunjungi dapur umum mengatakan, dapur umum bentuk kepedulian antar sesama di tengah pandemik.
“Sebab, di Kecamatan Pinang dilaporkan ada sekitar 700 warga jalani isolasi mandiri. Sedangkan secara keseluruhan sebanyak 7800 warga kota tangerang jalani isolasi mandiri,” katanya.
Pendistribusian paket makanan dilakukan dengan mendatangi rumah ke rumah. Namun tidak melakukan kontak erat, melainkan ditaruh di pagar setiap rumah warga.
Bantuan makanan diberikan kepada pasien isolasi mandiri, agar dapat mengurangi aktifitas mereka di luar rumah yang dapat membahayakan warga sekitar.
Maskapai Emirates memiliki salah satu pesawat komersial terbesar di dunia, yakni Airbus A380 yang pada Sabtu, 8 Agustus 2026, lalu, sempat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta
Kondisi infrastruktur yang memprihatinkan di pelosok Banten kembali mendapat perhatian serius. Selama 40 tahun lamanya, warga Kampung Buluh, Desa Cijaralang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, harus merasakan sulitnya beraktivitas
Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.