Connect With Us

Dishub Klaim Penerangan Jalan di TKP Pemuda Dibegal Jatiuwung Tidak Dipadamkan 

Achmad Irfan Fauzi | Rabu, 21 Juli 2021 | 18:39

Jalan Jenderal Sudirman, Kota Tangerang tampak gelap gulita karena PJU dipadamkan. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang mengeklaim penerangan jalan umum (PJU) di tempat kejadian perkara (TKP) pemuda yang dibegal sepeda motor di Jalan Pasir Jaya, Jatiuwung, Kota Tangerang tidak dipadamkan.

Kepala Dishub Kota Tangerang Wahyudi Iskandar mengatakan, selama PPKM darurat pihaknya memadamkan PJU di 63 titik ruas jalan di Kota Tangerang selama pukul 18.00-23.00 Wib.

Namun, puluhan ruas jalan yang PJU-nya dipadamkan tersebut tidak termasuk Jalan Pasir Jaya, Jatiuwung.

"Terkait dengan Jalan Pasir Jaya itu tidak termasuk jalan yang kita matikan. Bahkan kami coba cek ke lokasi kemarin malam, pasca dapat informasi memang itu tidak termasuk ruas jalan yang kita matikan," ujarnya kepada TangerangNews, Rabu 21 Juli 2021.

Wahyudi menjelaskan, puluhan ruas jalan yang dipadamkan tersebut merupakan jalur utama atau jalan raya besar yang jika dinyalakan berpotensi menimbulkan kerumunan atau menimbulkan keramaian orang.

"Nah kalau informasi di belakang Mayora (Jalan Pasir Jaya Jatiuwung) yah lurus terus akses itu perbatasan dengan kabupaten. Dan kabupaten juga memang dimatiin lampunya. Sekalipun itu masuk wilayah kota, itu lampunya enggak kita matiin," katanya.

Menurutnya, Jalan Pasir Jaya Jatiuwung tidak termasuk jalur pemadaman PJU selama PPKM darurat karena kawasan ini merupakan rawan dari aksi kejahatan.

Baca Juga :

"Jadi, di Pasir Jaya itu tidak termasuk lampu yang kita matikan. Kan kita punya data ruas jalan mana saja yang kita matikan. Sehingga pada saat kejadian itu, kita tahu bahwa itu daerah yang punya kerawanan," jelasnya.

Wahyudi menyebut, saat pihaknya melakukan pengecekan di TKP insiden begal sepeda motor memang ada dua lampu yang mati karena kendala.

"Saya cek langsung kita nyalakan. Ternyata ada trouble secara tekhnis di Jalan Pasir Jaya itu sifatnya mati karena kendala, karena lampu lain nyala," katanya.

Wahyudi menambahkan, dipadamkannya PJU di 63 titik ruas jalan bertujuan untuk menghindari potensi kerumunan. Sehingga, Wahyudi berharap masyarakat untuk berada di rumah saja dan boleh keluar rumah jika memiliki kepentingan yang mendesak.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dery, warga Binong, Kabupaten Tangerang menjadi korban begal sepeda motor di lokasi tersebut pada Minggu 18 Juli 2021 sekitar pukul 21.00 Wib.

Dery mengaku peristiwa itu terjadi saat melintasi jalan yang gelap gulita karena penerangan dipadamkan selama PPKM darurat. 

Dia diduga dibegal oleh pelaku yang berjumlah dua orang. Ketika beraksi, pelaku ini melengkapi diri dengan senjata tajam.

"Jadi, saya habis silaturahmi ke tempat teman. Saat di TKP, memang kondisi penerangan kurang, saya dibegal," kata Dery.

HIBURAN
6 Keunggulan adidas Adizero Evo SL

6 Keunggulan adidas Adizero Evo SL

Selasa, 10 Februari 2026 | 08:56

Adidas Adizero Evo SL dikenal sebagai salah satu varian terbaik dari lini Adizero yang dirancang khusus untuk pelari yang mengejar kecepatan. Sepatu ini hadir dengan teknologi modern seperti midsole Lightstrike Pro

TOKOH
Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:28

Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,

BANTEN
Bus Penumpang Kepergok Angkut Belasan Motor Kredit di Pelabuhan Merak, Hendak Digelapkan ke Sumatera

Bus Penumpang Kepergok Angkut Belasan Motor Kredit di Pelabuhan Merak, Hendak Digelapkan ke Sumatera

Sabtu, 14 Februari 2026 | 20:18

Jajaran Ditreskrimum Polda Banten membongkar sindikat penggelapan kendaraan bermotor kredit atau jaminan fidusia.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill