Connect With Us

Minim Ruang Terbuka, Anggota DPRD Kota Tangerang Minta Tolong Wali Kota

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 10 Maret 2022 | 17:17

Anggota DPRD Kota Tangerang Fraksi Golkar sekaligus Ketua Pendekar Banten Korda Kota Tangerang Saiful Milah. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Anggota DPRD Kota Tangerang dari Fraksi Golkar Saiful Milah menyoroti minimnya ruang terbuka bagi anak-anak terutama di kawasan perkampungan.

"Saya melihat pada posisi di Kota Tangerang pertama hormatlah kepemimpinan Pak Arief sama Pak Sachrudin. Wajah Kota Tangerang hari ini berubah, kepemimpinan beliau duet kuat dua tokoh Tangerang ini luar biasa mengubah Kota Tangerang," ujarnya, Kamis 10 Maret 2022.

Menurut Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kota Tangerang ini, wajah di tengah Kota Tangerang sangat menawan dan bermanfaat dengan hadirnya taman-taman rekreasi.

"Tetapi itu dalam sisi permukaan. Hari ini saya selaku Dewan Fraksi Partai Golkar melihat sisi lain dari keadaan di Kota Tangerang khususnya di perkampungan," ujarnya.

Ketua Pendekar Banten Korda Kota Tangerang ini mengaku  sangat prihatin melihat kondisi perkampungan di Kota Tangerang seperti di wilayah Periuk, Jatiuwung, dan Cibodas.

Pasalnya, kawasan-kawasan perkampungan di wilayah tersebut sangat minim ruang terbuka. Bahkan, saking minimnya anak-anak bermain olahraga di lahan kuburan.

"Pesan saya hari ini pemerintah harus berani dan mau konsentrasi mau fokus membagi kebijakan untuk bagaimana di perkampungan terbangun kampung yang ramah untuk anak,” ujarnya.

“Ada sarana terbuka, jangan sampai ada anak main bola di kuburan, community center dipakai bermain voli dengan lahan kecil dan anak main futsal di tanah, tentunya ini sangat tidak ramah, karena bahaya," lanjut dia.

Saiful menyebut, saat ini sudah ada amanat Perda terkait kota layak anak, yang dikuatkan dari penerimaan penghargaan sebagai kota layak anak di Kota Tangerang. Maka, sudah seharusnya Kota Tangerang betul-betul menjadi kota layak anak dengan tersedianya ruang terbuka bagi anak di kampung-kampung.

Karena itu, Saiful mendorong Pemkot Tangerang untuk membentuk Kampung Ramah Anak, agar anak-anak bisa bermain dengan ramah. "Tahapan awal kalau pemerintah punya kepentingan sebuah program untuk menyejahterakan masyarakat di perkampungan ini, bukan hanya dalam kondisi membebaskan, kalau perlu menggusur, tapi dibayar,” tuturnya.

Seperti, sambung dia, bagaimana saat punya kepentingan untuk membuat jalan tol dan lain-lain. “Ini harus sama kepentingannya, karena amanat peraturan daerah," jelasnya.

Saiful menambahkan, dirinya yakin Pemkot Tangerang yang dipimpin Wali Kota Arief dan Wakil Wali Kota Sachrudin bisa mewujudkan Kampung Ramah Anak ini.

"Tolonglah wali kota dan wakil dari kita sebagai anggota dewan yang ada di perkampungan harus memerintahkan ke bawahannya untuk serius menyikapi keluhan perkampungan yang kurang ramah untuk anak bermain, ruang terbuka hijau tidak ada," pungkasnya.

BANDARA
17,5 Kg Emas Hendak Diselundupkan ke Hongkong Digagalkan di Bandara Soetta, Nilainya Capai Rp45,7 Miliar

17,5 Kg Emas Hendak Diselundupkan ke Hongkong Digagalkan di Bandara Soetta, Nilainya Capai Rp45,7 Miliar

Selasa, 26 Mei 2026 | 18:39

Upaya penyelundupan emas dari Indonesia ke luar negeri berhasil digagalkan di Terminal 3 Keberangkatan Internasional Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang.

MANCANEGARA
Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Senin, 11 Mei 2026 | 08:11

Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.

KAB. TANGERANG
Diduga Korsleting Listrik Mesin Produksi, Pabrik Sosis di Cikupa Tangerang Terbakar

Diduga Korsleting Listrik Mesin Produksi, Pabrik Sosis di Cikupa Tangerang Terbakar

Kamis, 28 Mei 2026 | 11:32

Peristiwa kebakaran terjadi di sebuah pabrik sosis PT Adilmart CCK yang berlokasi di Jalan Bumimas 1, Nomor 9, Kawasan Cikupa Mas, Desa Talaga, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, pada Kamis 28 Mei 2026, dini hari.

NASIONAL
Motor Tutup Pelat Nomor Tak Bisa Lagi Kabur dari ETLE, Bisa Deteksi Wajah Pengendara

Motor Tutup Pelat Nomor Tak Bisa Lagi Kabur dari ETLE, Bisa Deteksi Wajah Pengendara

Selasa, 26 Mei 2026 | 14:15

Aksi pengendara motor yang sengaja menutup pelat nomor untuk menghindari tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mulai jadi perhatian serius Kepolisian Negara Republik Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill