Connect With Us

Perhitungan Suara di KPUD Kota Tangerang Ricuh

| Rabu, 22 April 2009 | 00:45

TANGERANGNEWS- Akibat terjadinya perbedaan rekapitulasi data antara saksi parpol di PPK dengan pihak Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Tangerang saat rapat pleno hasil rekapitulasi suara akhir, pada Selasa (21/4). Permasalahan ini menjadi ricuh saat proses penghitungan. Pasalnya, sejumlah saksi partai meminta pihak KPUD untuk lakukan penghitungan ulang. Menurut keterangan salah satu saksi dari Partai Amanat Nasional (PAN) Zairin data yang dibacakan oleh pihak PPK Jatiuwung untuk jumlah suara PAN di kecamatan tersebut berbeda selisih. Jumlah yang tercatat sebanyak 554 suara, tapi dari data yang di bacakan PPK berjumlah 518. “Perbedaannya jauh sekali makanya saya minta pennghitungan ulang,” katanya, kemarin. Tak hanya itu, saksi dari Hanura, PKS dan Golkar juga mendapatkan data yang berbeda ari data PPK hingga merekapun ikut meminta penghitungan suara ulang secara menyeluruh dari awal. Namun stetelah kesepakatan bersama, data yang dibacakan hanya yang dianggap salah saja dan itu di hitung per TPS dari formulir D-AB (berita acara penghitungan suara per TPS). Ketua Pokja Pemungutan dan Penghitungan Suara Dadang Hermawan menjelaskan, data yang dimiliki oleh saksi parpol itu salah dan dianggap tidak sah. Pasalnya dalam data hasil rekap tersebut belum di revisi oleh pihak PPK, yakni penandatanganan dari pihak PPK dan saksi. Dadang menambahkan, sebenarnya acuan dari data tersebut terdapat pada formulir A1 atau berita acara penghitungan suara per Kecamatan “Mereka mengambil data yang belum revisi, padahal PPK belum selesai melakukan penghitungan. Tapi setelah direvisi mereka sudah tidak ada ditempat, jadi bukan kesalahan PPK,” terangya. Ketua Panwaslu Kota Tangerang Syafril Elain mengaku akan melakukan penyisiran untuk mencari pihak yang melakukan kesalahan itu. Sebelumnya Panwaslu akan memanggil PPK yang menangani data itu untuk dimintai penjelasan, karena hal tersebut diindikasi bisa terjadi kecurangan. “Kita belum tau siapa yang salah, tapi kita akan menyelidikinya dulu,” ucapnya. (rangga)
AYO! TANGERANG CERDAS
Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:53

Antusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.

PROPERTI
Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Kamis, 10 September 2026 | 14:58

Paramount Land kembali menambah pilihan area komersial dengan menghadirkan Grand Boulevard Aniva ‘The Ultimate Grande Concept’, kawasan terbaru di Aniva @ Paramount Gading Serpong yang menawarkan lebih dari 10 fitur istimewa.

OPINI
Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Jumat, 18 September 2026 | 20:40

Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.

NASIONAL
Data Center dan Industri Dongkrak Kebutuhan Listrik, Sistem Energi Dituntut Makin Tangguh

Data Center dan Industri Dongkrak Kebutuhan Listrik, Sistem Energi Dituntut Makin Tangguh

Selasa, 22 September 2026 | 14:16

Pertumbuhan data center dan ekspansi industri mulai mengubah peta kebutuhan listrik di Asia Tenggara.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill