Pemerintah Serahkan DIM RUU PPRT ke DPR, Pembahasan Masuk Tahap Lanjut
Selasa, 21 April 2026 | 07:32
Pemerintah resmi menyerahkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) untuk RUU PPRT kepada DPR RI pada Senin, 20 April 2026.
TANGERANGNEWS.com-Bagi pecinta kuliner tak perlu lagi merogoh kocek dalam-dalam untuk menikmati sajian seafood. Pasalnya, terdapat seafood dengan harga yang murah dan nikmat.
Berada di Jalan Cemara Raya, Kelurahan Karawaci Baru, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, kuliner seafood tersebut bernama Kerang DKK yang sudah ada sejak dua tahun lalu.
"Untuk menunya ada kerang hijau, kerang dara, kerang bulu, kerang bambu, gurita, udang, cumi, kepiting. Sedangkan untuk yang best seller-nya itu kerang hijau," kata Yopy, pemilik Kepiting DKK kepada TangerangNews, Sabtu, 13 Agustus 2022.

Seafood merupakan aneka jenis makanan yang berasal dari hasil laut. Makanan yang memiliki cita rasa khas yang tinggi serta mudah untuk dicerna ini banyak digemari masyarakat.
Menurutnya, seafood yang disajikan di restoran relatif dijual dengan harga yang mahal. Maka, ia pun membuat konsep seafood ala kaki lima agar harga yang dijual bisa murah dan terjangkau.
"Di sini kerang hijau satu porsinya Rp10 ribu, lalu ada juga paket dengan harga di bawah Rp50 ribu sudah bisa mendapat tiga macam paket," jelas Yopy.

Untuk membedakan dengan seafood lain, Kerang DKK tidak menambahkan jagung pada menu seafood-nya. Selain itu, jika seafood lain relatif menyediakan pedas semua, tetapi di Kerang DKK, bisa menyesuaikan saus yang digunakan untuk level tertentu.
"Ini saya belajar secara autodidak, dan syukur sampai saat ini belum ada komplain dari pelanggan," tuturnya.
Kerang DKK buka setiap hari mulai pukul 16.00 WIB sampai pukul 24.00 WIB.
Pemerintah resmi menyerahkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) untuk RUU PPRT kepada DPR RI pada Senin, 20 April 2026.
TODAY TAGDalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2026, Howard Johnson by Wyndham Tangerang bersama Aroma Bumbu Eatery & Cafe menghadirkan sejumlah promo khusus bertema budaya Indonesia.
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews